Rais Syuriah NU Sumenep Dipilih lewat Musyawarah Mufakat

Sumenep, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumenep menerapkan cara musyawarah mufakat dalam pemilihan rais syuriah. Meski secara teknis agak berbeda, sistem ini seolah hendak mengawali penerapan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) yang rencananya digunakan dalam pemilihan Rais Aam PBNU pada Muktamar ke-33 nanti.

Dalam Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumenep di Pondok Pesantren Al Ihsan Desa Jaddung Kecamatan Pragaan, akhir pekan lalu (26/7), KH. Ahmad Basyir AS terpilih sebagai Rais Syuriah PCNU Sumenep masa khidmah 2015-2020 melalui cara musyawarah mufakat.

Sebanyak 284 pemilih sepakat menetapkan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, tersebut untuk kembali mengemban amanah Rais Syuriah PCNU Sumenep periode 2015-2020.

Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH. Miftahul Akhyar saat memberikan tausyiah pada pembukaan Konfercab mengatakan, Ahwa adalah jati diri NU. Menurutnya, pada masa KH. Hasyim Asyari penentuan pucuk pimpinan pengurus NU melalui musyawarah mufakat, bukan melalui sistem pemilihan langsung.

Pemilihan pucuk pimpinan melalui sistem musyawarah mufakat dinilai lebih baik dibandingkan pemilihan langsung karena lebih kuat kekompakannya. “Pemilihan langsung lebih kuat individualitasnya,” ujanya.

Namun, ia sadar hal itu rentan ada penumpang gelap. Bahkan, menurutnya, sejak pemilihan melalui sistem Ahwa diembuskan, banyak penumpang gelap. “Pemilihan melalui sistem Ahwa sejak di atas angin sudah mulai ada penumpang gelap, sehingga harus diwaspadai betul,” katanya.

Sebelumnya, KH Ahmad Basyir dalam pidato pembukaan Konfercab mengatakan, siap kembali menjadi rais syuriah PCNU Sumenep. “Kalau saya masih berguna untuk organisasi, saya siap menjadi pengurus NU,” paparnya.

Sementara pemilihan Ketua PCNU Sumenep 2015-2020 tetap melalui pemungutan suara langsung. Terpilih kembali untuk periode kedua sebagai Ketua PCNU Sumenep, A Pandji Taufiq. (M Kamil Akhyari/Mahbib)

Foto: Rais Syuriah PCNU Sumenep KH AHmad Basyir memberikan pidato iftitah

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: