Rais Syuriyah PBNU: Negara Aman, Iman Jadi Kuat

Pacitan, Rais Syuriah PBNU KH Mustofa Aqil Siroj mengatakan keamanan suatu negara dapat menguatkan rasa keimanan seseorang. Sebab, kata Pengasuh Pesantren Kempek Cirebon ini, bila negara aman dan damai maka dalam beribadah pun seseorang akan menjadi lebih tenang.

“Al-Aman qoblal iman, Aman dulu baru iman,” katanya saat memberikan ceramah di hadapan ribuan nahdliyin dalam acara Pengajian peringatan HUT kemerdekaan RI Ke-70 yang diadakan oleh PAC GP Ansor NU Ngadirojo Pacitan, Ahad (30/8) malam.

Kiai Mustofa menjelaskan, negara-negara di jazirah arab yang identik disebut dengan negara Islam memiliki ulama yang hebat-hebat tapi negaranya terus dilanda konflik dan peperangan. Para ulama di sana tidak mampu meredam konflik yang berkepanjangan. Sementara di Indonesia yang memiliki bermacam-macam agama dan suku dapat hidup dengan aman dan damai.

“Kenapa aman? Karena di Indonesia lebih mementingkan semangat kebangsaan dan rasa mecintai tanah air,” jelasnya.

Dia juga menerangkan, bahwa datangnya Islam di nusantara yang dibawa oleh para Walisongo tidak pernah mengubah atau meminggirkan budaya asli nusantara sehingga Islam dapat diterima dengan mudah tanpa adanya konflik dan pertumpahan darah.

“Islam Nusantara itu bukan madzhab, bukan aliran. Islam Nusantara adalah ciri kenusantaraan. Islam yang mementingkan negara dan tidak bertentangan dengan syariah,” tandas adik kandung Ketum PBNU itu.

Pengajian peringatan HUT Kemerdekaan RI dihadiri beberapa kiai seperti Mustasyar PCNU Pacitan, KH Umar Tumbu, Katib Syuriah PBNU, KH Luqman Harits, KH Imam Faqih dan dimeriahkan dengan penampilan seribu rebana dari para santri se-Pacitan. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: