Ranting NU di Jatim Mendapatkan Hak Suara di Konfercab

Surabaya,
Sekitar 122 Ranting dan 12 MWC NU sekabupaten Trenggalek hadir di PWNU Jatim, Selasa (22/12). Mereka datang sebelum Konfercab NU Trenggalek yang akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. Rombongan berjumlah sekitar 200 orang itu mengeluh soal pengurus ranting tidak mendapatkan hak suara di Konfercab NU Trenggalek.

“Kami khawatir apabila konfercab tidak mengakomodir suara dari ranting-ranting,” jelas ketua rombongan Gus Makki.

Hal itu langsung mendapatkan respon positif  dari Ketua PWNU Jatim. “Ini merupakan suara dan dukungan terhadap apa yang telah menjadi rekomendasi PWNU kepada PBNU supaya di konfercab ranting mendapatkan hak suara,” kata Kiai Mutawakkil saat ditemui di ruangannya.

PWNU Jatim mendukung penuh keputusan AD/ART hasil Muktamar Jombang yang mengatakan hak suara di konfercab hanya MWCNU. PWNU Jatim menyadari apa yang menjadi pertimbangan PBNU yaitu kondisi di luar Jawa. Antara cabang, MWCNU hingga ranting jarak tempuhnya jauh dan sulit transportasi. Kalau ranting menjadi syarat quorum, konferensi di luar Jawa akan mengalami kesulitan.

Maka dari itu, “Khusus di Jatim dan mungkin di Jawa-Jawa lain, akan meminta surat keputusan PBNU yang mengatakan ranting mendapatkan hak suara,” jelasnya.

Bagimana pun ranting ini merupakan garda terdepan dalam mensosialisasikan aswaja dan program-program NU. “Karena mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah,” ungkap kiai yang juga pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong itu.

Kiai Mutawakkil khawatir kalau ranting tidak dapat memilih Ketua PCNU Trenggalek dalam konfercab akan berdampak pada hubungan batin sehingga akan terjadi kesenjangan. Lebih aneh lagi, di Jatim itu ada PCNU kota madya yang hanya memiliki lima, dua dan tiga MWCNU. “Kalau hanya tiga atau lima itu bukan konferensi tapi jangongan,” lanjutnya.

Di Jatim sendiri ada tujuh cabang yang akan menggelar konfrensi di bulan Desember dan Januari. “Kita akan memberikan edaran surat instruksi untuk menunda konfrencab sampai turunnya surat keputusan dari PBNU yang mengatur petunjuk teknis pelaksanaan Ahwa dan konfrensi,” pungkasnya. 

Kiai Mutawakkil didampingi Prof Akh Muzakki Sekretaris, H Rasidi Wakil Bendahara dan Hasan Ubaidillah Wakil Sekretaris PWNU Jatim. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)