Ratusan Anggota GP Ansor Subang Dibaiat di Pesantren

Subang, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Acara yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Anwar, Kelurahan Dangdeur, Subang tersebut diikuti oleh 150 delegasi dari sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor di seluruh Kabupaten Subang. Mereka mengikuti kegiatan tersebut sejak hari Jumat-Ahad (20-22/11/2015). Bertindak sebagai pembai’at KH. Zezen Zainal, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Anwar Subang.

Panitia Pelaksana Ade Mahmudin mengatakan, sejak kelahirannya, GP Ansor diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan.

“GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan,” ujar Ade usai penutupan PKD dan Diklatsar Banser, Ahad (22/11/2015).

Dikatakan, dengan semangat perjuangan itulah kemudian mampu diaktualisasikan dalam bentuk pemikiran dan sikap GP Ansor dalam konteks kekinian, yakni semangat bela negara. “Jadi kalau bicara soal bela negara, GP Ansor sudah lama menjewantahkannya dalam bentuk kegiatan kaderisasi PKD dan Diklatsar,” katanya.

Sementara, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata menegaskan, kegiatan kaderisasi di GP Ansor ini rutin digelar setiap tahunnya. “Saat ini sudah memasuki tahun ke tiga kita laksanakan PKD dan Diklatsar. Artinya, kader-kader Ansor dan Banser sudah merumput di tingkatan grashroot hingga seluruh kecamatan di Kabupaten Subang,” kata Asep.

Ia mengatakan, kendati saat ini menjelang pelaksanaan Kongres Ansor yang akan digelar pada Rabu (25/11/2015) di Jogjakarta mendatang, urusan kaderisasi menjadi hal yang sangat prioritas sebagai tanggungjawab pemimpinan organisasi.

“Tapi alhamdulillah, kita akhirnya bisa menggelar kaderisasi GP Ansor dengan lancar, kendati sebentar lagi GP Ansor akan menghelat hajat besar, yakni Kongres di Jogjakarta,” ujarnya.

Dikatakannya, ratusan kader Ansor dan Banser ini akan diberikan kesempatan untuk mengembangkan sayap di tingkat kecamatan. “Karena persyaratan untuk menjadi anggota dan pengurus Ansor di tingkat kecamatan harus ikut PKD terlebih dahulu. Dan syarat untuk menjadi anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) itu harus Diklatsar terlebih dahulu,” pungkasnya. (Red: Mahbib)

Foto: Suasana saat pembaiatan

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: