Rayon PMII Kesehatan Ajak Kader Jadi Aktivis Militan

Jombang, Sekitar 3 bulan yang lalu, Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Wahab Hasbullah (Unwaha), Tambakberas, Jombang mendirikan rayon di Fakultas Kesehatan Unwaha. Hal ini pertama kali pihak pengurus komisariat melakukan ekspansi di berbagai fakultas setempat.

Pada waktu yang singkat itu, Pengurus Rayon PMII Kesehatan menggelar perekrutan anggota baru atau yang biasa diistilahkan dengan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba).

Ma’rifatin Nikmah, Ketua Pengurus Rayon PMII Kesehatan mengajak kepada calon anggota mengabdikan dirinya untuk urusan organisasi dengan menjadi aktivis yang militan. “Menjadi seoarang kader militan sangat dibutuhkan demi kemajuan organisasi PMII, sebab pemikirannya menjadi pilar yang memperkokoh ketangguhan dari organisasi tersebut,” katanya kepada , Ahad (20/12) kemarin.

Menurut Nikmah, aktivis yang militan akan membantu keberlangsungan organisasi PMII lebih baik dan progresif. “Kelangsungan dan kelanggengan organisasi tidak lepas dari terbentuknya kader yang militan terhadap organisasi,” ungkapnya.

Sementara Syaiful Hadi, ketua panitia pelaksana kegiatan, menyinggung tajuk yang diangkat panitia, yakni “Membentuk Kader Militan Berbasis Kesehatan dari Kampus untuk Negeri”, berawal dari realitas bahwa tidak sedikit aktivis pergerakan yang acuh terhadap organisasinya. Mereka lebih mementingkan urusan tampilan atau pola hidupnya daripada memupuk diri menjadi aktivis yang sebenarnya.

“Tidaklah mudah menjadi calon kader yang memiliki kemampuan untuk menjadi seoarang pionir organisaasi. Hal itu terbukti, para remaja yang sejatinya sebagai penerus bangsa yang baik dan terarah malah kebanyakan sibuk dengan style daripada memikirkan bangsa,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 18-20 Desember 2015, di Graha Gus Dur, Tambakberas ini, diikuti tak kurang dari 10 peserta. Selama kegiatan mereka mendapat berbagai materi, di antaranya Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Nilai Dasar Pergerakan (NDP), antropologi kampus, ke-PMII-an, sejarah PMII lokal, sejarah Kopri, mahasiswa dan tanggung jawab sosisal, dan kajian ilmu fakultatif. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: