Rektor Baru Universitas Islam Jember Dilantik

Jember, Untuk pertama kalinya, Rektor Universitas Islam Jember (UIJ) dilantik oleh Ketua Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) sekaligus Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus A’ab), Selasa (2/6) sore di Aula UIJ. Ini dilaksanakn karena saat ini YPNU – yang menaungi UIJ – sudah  resmi menjadi aset PCNU Jember. 

Abdul Hadi, sang rektor baru tersebut dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa dirinya sangat bersyukur diberi kepercayaan untuk memimpin UIJ, lembaga perguruan tinggi satu-satuya milik NU Jember. 

“Ini amanah para kiai. Saya harus melaksakannya dengan penuh tanggung jawab,” ucap Abdul Hadi.

Mantan Ketua MWCNU Mayang itu menambahkan, pihaknya kelak akan meneruskan program-program yang telah dilakukan oleh rektor lama, Dodik Sutikno, maupun Plt Rektor UIJ, Hobri. Prinsipnya, kata dia, pihaknya akan mempertahankan sesuatu yang baik dan menambah sesuatu yang lebih baik lagi. “Saya akan menjadi pelanjut program mereka, namun saya juga harus berkreasi untuk memajukan UIJ lebih jauh lagi,” tukasnya.

Sementara itu, Gus A’ab menyatakan, para anggota senat UIJ tidak keliru memilih Abdul Hadi sebagai rektor. Sebab, yang bersangkutan  memang sangat pas dan tawadlu’. Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Jember itu lantas menceritakan proses pengangkatan Utsman bin Affan sebagai khalifah, menggantikan Umar bin Khattab. Dikatakannya, saat itu Utsman ditanya oleh para sahabat tentang rencana programnya ke depan jika menjadi khalifah, iapun menjawab bahwa dirinya akan melanjutkan apa-apa yang telah dilakukan oleh sayyidina Abu Bakar dan Utsman. 

“Jawaban itulah yang menjadi salah satu faktor kenapa para sahabat memilih Utsman. Mudah-mudahan rektor UIJ yang baru juga bisa meneruskan apa-apa yang baik yang telah dilakukan oleh rektor lama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir sejumlah kiai dan para tokoh masyarakt. Plt Rektor UIJ (Hobri), Rektor lama (Dodik Sutikno) dan Rektor IAIN Jember, Babun Suharto juga hadir.

Abdul Hadi adalah lulusan UIJ. Ia merupakan angkatan kedua di perguruan tinggi yang beralamat di Jl Imam Bonjol tersebut. Hadi, sapaan akrabnya, memulai karirnya dari bawah. Bahkan sambil kuliah di Fisip, UIJ, ia sembari mengabdi di kampus tersebut, bersih-bersih kampus, dan lain-lain. Setelah lulus, ia menjadi asisten dosen, dan akhirnya terpilih sebagai Dekan Fisip. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: