“Rektor UIM; Membangun Bangsa Harus Dimulai dari Moralitas”

Makassar,
Sadra International Institute bekerja sama Pusat Studi dan Pengabdian Islam (PSPI) Masjid Kampus Unhas mengadakan seminar nasional bertajuk Sains, Teknologi, dan Aksiologi Perspektif Islam, (31/10) Sabtu yang bertempat di Auditorium Prof Ahmad Amiruddin Universitas Hasanuddin Makassar.

Prof Basyir Syam mewakili Rektor Universitas Hasanuddin dalam sambutannya mengungkapkan bahwasanya Islam merupakan agama samawi dan Islam bukan hanya sekedar ajaran ketuhanan, melainkan mencakup seluruh sistem kehidupan manusia yakni sosial, budaya, sains, politik dan lain sebagainya.

Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Dr Majdah M Zain dihadapan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar berbicara mengenai “Peran Universitas Islam Makassar dalam melahirkan Ilmuwan dan Sumber Daya Unggul”.

Dalam orasinya Majdah mengungkapkan tentang bahaya virus kapitalisme yang berimbas pada gaya hidup hedonisme mahasiswa kita, olehnya itu kita harus menghadirkan Islam dengan 2 (dua) acuan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sebuah software dalam beragama, berkehidupan dan berbangsa.

Di sisi lain Indonesia sebagai bangsa yang besar  dalam membangun peradabannya, harus berawal dari membangun moralitas, kita bisa melihat kemajuan peradaban Timur Tengah, Eropa, Amerika, Jepang dan saat ini Korea, semuanya membangun mental manusianya. Tentunya Islam memiliki nilai itu, tetapi umat Islam jauh dari ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Ia mengatakan, Ilmu pengetahuan saja tidak cukup membangun bangsa. Hal ini bisa dilihat peradaban Jepang dengan budaya Bushido dan Korea Saemaul Undong. Keduanya berasal dari nilai tradisi mereka. 

“Tentunya sebagai bangsa Indonesia yang memiliki tradisi sendiri, Indonesia jauh lebih kaya dan kenapa kita tidak mengamalkan, padahal semua nilai tradisi bangsa ini berasal dari nilai-nilai Islam itu sendiri,” jelas Majdah.

UIM sebagai salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi yang unggul dengan cita-cita membentuk mahasiswanya dengan karakter qur’ani, sehingga UIM tidak hanya menghasilkan alumni berotak cerdas, tetapi memiliki akhlakul karimah.

Kemudian pada sesi selanjutnya yang akan menjadi pembicara yakni Prof Dr S Mofid Hoseini Kohsari (Iran) dan Prof Dr Juraid Abd Latief (Universitas Tadulako Palu) yang akan berbicara Kontribusi Pemikiran Islam terhadap Sains, Teknologi, dan Aksiologi, kemudian Dr Abdel Azis Abbacy (Aljazair) akan berbicara filsafat Islam, serta Prof Dr Mardan (Wakil Rektor I UIN Alauddin) akan berbicara tentang Peran Perguruan Tinggi Islam dalam melahirkan SDM yang Unggul. (Andy Muhammad Idris/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: