Rijalul Ansor Brebes Bertekad Perkuat Akhlak Pemuda

Brebes, Ketua Pengurus Cabang Jamiyah Rijalul Ansor Kabupaten Brebes H Abdullah Faqih Maskumambang bertekad memperkuat akhlak Pemuda Brebes dengan sentuhan keimanan melalui pengajian rutin. Pengajian rutin dilakukan setiap minggu di ranting-ranting Ansor secara bergilir maupun secara periodik di tingkat anak cabang dan cabang.

“Kami akan menguatkan akhlakul karimah para pemuda Brebes dengan jalan mendalami kajian kitab-kitab kuning,” tutur Gus Faqih panggilan akrabnya di sela menghadiri pelantikan PC Muslimat NU di Pendopo Brebes, Ahad (13/9).

Gus Faqih yang juga pengasuh Pondok Pesanteren Al Fallah Ashofuwah Jatirokeh, Songgom Brebes akan meluangkan waktu secara marathon menguatkan kembali keberadaan jamiyah-jamiyah di setiap ranting. “Dari 297 ranting Ansor se Kabupaten Brebes, satu persatu akan disambangi,” ucapnya.

Dalam satu ranting atau desa, biasanya lebih dari 2 bahkan 3 Jamiyah. Tapi minimal, satu desa ada satu induk jamiyah Rijalul Ansor. Potensi Brebes yang memiliki penduduk terbanyak se Jawa Tengah sangat strategis untuk pengembangan, namun juga tantangannya berat. “Pengurus harus siap nginep di Musholla atau pondok ketika melakukan roadshow akhlakul karimah,” ucapnya.

Pengurus baru Jamiyah Rijalul Ansor telah dikukuhkan kepengurusannya pada Jumat 11 September lalu di halaman SMK Bhakti Utama NU Jatirokeh bebarengan dengan Ansor Bersholawat. Pelantikan dilakukan oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Brebes Moh Munsip SPdI. 

Pengurus yang dilantik untuk masa khitmad 2015-2019 antara lain Ketua H Abdullah Faqih Maskumambang, Sekretaris H Musyafa, dan Bendahara Ujang Nurhasan.

Dalam kesempatan pelantikan Rijalul Ansor, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mendorong peningkatan kiprah pemuda Ansor guna turut membangun Brebes. Pembangunan akhlak sangat diidam-idamkan oleh masyarakat Brebes seiring perkembangan zaman. Kecanggihan teknologi bisa meningkatkan akhlak generasi kalau digunakan secara bijaksana, tetapi bisa berekses negative ketika disalahgunakan.  “Rijalul Ansor sangat berarti untuk membentengi moral generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi,” ucap Idza.

Hal senada ditegaskan Habib Umar Muthohar dari Semarang yang menandaskan pentingnya pemuda sebagai pelopor dan penggerak utama pembangunan daerah. Habib Umar menjelaskan, pada masa jaman Kenabian saat terjadi perang Khandaq. Pada saat itu Nabi memberikan kebebasan kepada Pemuda Ali dengan memberikan Pedang dan Sorban, dan ternyata Ali bin Abi Thalib mendapat kemenangan. “Artinya, pemuda diberi ruang yang luas untuk membangun daerahnya dan insya Allah mendapat kemenangan,” terangnya. (Wasdiun/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)