Ritual Tahunan, Kiai Basyir Undang Makan Bersama Santri Cilik

Sumenep,
KH Ahmad Basyir Abdullah Sajjad memunyai kebiasaan unik. Pengasuh sepuh pondok pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep ini secara istiqomah setiap tahun mengundang makan bersama santri-santri kecilnya.

Ritual tahun ini berlangsung Jumat (29/10) pagi. Dengan wajah sumringah, para santri cilik masuk ke kediaman Kiai Basyir secara tertib. Kiai Basyir menyambutnya dengan wajah berseri-seri. Selanjutnya, para santri cilik ini menuju dapur. Di sanalah mereka sarapan pagi.

Selama ini, putra pejuang kemerdekaan KH Abdullah Sajjad itu memang dikenal penyayang kepada siapa pun, terutama terhadap anak kecil.

Di samping itu, kiai yang berumur lebih 80 tahun itu dikenal istiqomah dalam beribadah dan mendidik masyarakat. Sering ia mengalami kurang sehat, tetapi tetap semangat mengimami santrinya sholat lima waktu.

Selain tetap menggelar kajian kitab kuning yang diikuti santri, ia juga semangat hadir ke undangan kajian kitab kuning yang digelar alumni maupun masyarakat di luar pesantren.

“Subhaanallah. luar biasa pola asuh KH A Basyir AS. Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan dan panjang umur. Amin,” ujar cendekiawan muda Sumenep yang alumnus Annuqayah Mohammad Khalili Ken. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: