RMINU Berharap Muktamar Ke-34 Kembali Digelar di Pesantren

Jombang, Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMINU) atau asosiasi pesantren NU merasa senang dan bersyukur Muktamar Ke-33 NU sukses dilaksanakan di pondok pesantren sebagaimana apa yang diingikan oleh para kiai.

“Secara umum merasakan muktamar kali ini berlangsung dengan baik, mulai dari segi pelayanan, fasilitas, dan dukungan masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Jombang juga mem-back up dengan baik, sehingga kegiatan selama 5 hari ini betul-betul terasa getar muktamarnya,” ucap kiai Razi, pengurus RMINU saat jumpa pers di Media Center Muktamar ke-33 NU, Rabu (5/8) malam.

Ia menambahkan, pelaksanaan muktamar NU di pondok pesantren memang sangat baik dalam menaikkan citra di masyarakat. “Kita senang, memang sejak dulu  Muktamar (NU) digelar di pesantren, seperti muktamar pada masa kepemimpinan Gus Dur digelar di Lirboyo, Cipasung, Sukorejo. Ini sekaligus memperkenalkan pesantren pada masyarakat, sekaligus menaikkan citra pesantren,” terangnya.

“Dengan ini pesantren bisa terangkat menjadi terkenal. Contoh muktamar yang diadakan di Sukorejo dan Lirboyo, kedua pesantren tersebut semakin besar. Inilah salah satu manfaat muktamar di pesantren, sehingga masyarakat tertarik untuk memondokkan anaknya di pesantren,” sambungnya dihadapan puluhan awak media.

Ia menerangkan bahwa rata-rata pengurus NU merupakan hasil dari didikan pondok pesantren. Sehingga pihaknya menghimbau kepada masyarakat nahdliyin supaya memilih pengurus NU dari lulusan pesantren.

Ditanya tentang hubungan NU dan pesantren, kiai Razi menganalogikan pesantren sebagai NU kecil, sementara NU adalah pesantren besar. “Artinya NU dan pesantren adalah sebuah hubungan yang tidak dapat dipisahkan, karena pesantren yang melahirkan NU,” tuturnya. (M. Zidni Nafi’/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)