RMINU dari Berbagai Wilayah Rapat Koordinasi di Jakarta

Jakarta, NU Online
Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU), Kamis (3/12), memulai rapat kerja (Raker) dan rapat koordinasi nasional (Rakornas) di Pondok Pesantren Ashshiddiqiyah Kedoya, Kebonjeruk, Jakarta Timur. Acara yang berlangsung hingga 5 Desember 2015 ini dibuka secara resmi Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Forum bertema “Meneguhkan Pesantren sebagai Basis Pendidikan dan Kemandirian Umat” ini diikuti para utusan dari 13 pengurus wilayah RMINU, seperti Sumatera Selatan, Bali NTB, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan lainnya. Selain itu juga 56 dari pengurus pusat RMINU dan utusan lembaga dan badan otonom di lingkungan NU.

Ketua Pengurus Pusat RMINU KH Abdul Ghaffar Rozien mengatakan, komitmen pesantren terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat tinggi. Bahkan sejak dulu hingga kini pesantren andil memberi pendidikan bagi mereka yang belum memenuhi kehendak negara wajib belajar sembilan tahun.

Menurutnya, pesantren NU yang kurang lebih sebanyak 23.300 dengan sekitar empat juta santri adalah potensi besar yang mesti dikelola dengan baik, termasuk untuk menjaga keutuhan Indonesia. “Apalagi ideologi-ideologi garis keras sudah mulai masuk ke Indonesia dan melancarkan adu domba,” ujar pria yang sering disapa Gus Rozien ini.

Sementara itu, Kang Said, panggilan akrab Ketum PBNU, mengingatkan tentang pentingnya RMINU mengonsolidasikan pesantren-pesantren di Tanah Air. Baginya, Islam Nusantara yang berkeadaban sesungguhnya tak lain adalah Islam ala pesantren.

“Mari kita buat pesantren kuat, terbuka, antarpesantren berhubungan dengan baik, saling mendukung, dan yang paling penting: mandiri,” ujarnya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut pengasuh Pesantren Ashshiddiqiyah KH Nur Muhammad Iskandar selaku tuan rumah, serta para perwakilan PCNU dan PWNU di DKI Jakarta. (Mahbib Khoiron)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)