Rolasan, Warga Limbangan Wetan Brebes Santuni Anak Yatim

Brebes, Peringatan Rolasan (Maulid) Nabi Muhammad SAW di Mushalla Darussalam Kelurahan Limbangan Wetan, Brebes diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu. Santunan diberikan kepada 170 anak yatim dan secara simbolis diserahkan oleh Camat Brebes Eko Purwanto, Kamis (24/12) lalu. Istilah Rolasan (dua belasan) merujuk pada tanggal kelahiran Nabi 12 Rabiul Awal.

Ketua Panitia Peringatan Maulid H Wika Agustyono mengatakan, santunan kepada anak yatim piatu sudah menjadi tradisi tahunan Mushalla Darussalam saat peringatan Maulid Nabi. ”Pemberian santunan itu sudah berlangsung empat tahun dan setiap tahun jumlah anak yang disantuni selalu meningkat,” tuturnya.

Tahun 2012 anak yang diberi santunan 117 orang. Kemudian pada 2013 naik menjadi 151 anak, pada 2014 menjadi 155 anak dan pada tahun 2015 menjadi 170 anak. Menurut dia, peringatan Maulid Nabi ini digelar sebagai upaya menyanjung kemuliaan Nabi dan meneladaninya. Tidak hanya meningkat jumlah penerimanya, tetapi jumlah donasi yang diberikan juga meningkat per anaknya. “Tahun kemarin, tiap anak hanya mendapatkan Rp 100 ribu, tahun ini meningkat menjadi Rp 125 ribu per anak,” ujar Wika.

Diharapkan, masyarakat bisa mengambil hikmah dengan mencontoh akhlak Nabi, yakni bisa berbagi dengan sesama, terutama kepada anak yatim piatu. Mereka yang disantuni tidak hanya warga Kelurahan Limbangan Wetan tetapi juga dari Kelurahan Limbangan Kulon dan Desa Banjaranyar. ”Tahun depan, santunan tetap akan melibatkan kelurahan dan desa tetangga sehingga banyak lagi anak-anak yang disantuni,” katanya.

Empat tanda cinta Rasulullah

Peringatan juga diisi pengajian dengan mendatangkan pembicara KH Sukartono dari Tegal. Dalam taushiyahnya, dia mengungkapkan ciri-ciri cinta Rasulullah. Yakni setiap muslim yang mencintai rosulnya, yakni harus mampu menegakan sholat lima waktu, banyak membaca sholawat, pelihara anak yatim untuk mengingatkan Rosul yang juga anak yatim, selalu rindu rosul sehingga dadanya bergetar, ketika disebutkan nama Nabi Muhammad SAW.

Anak yatim piatu itu kehidupannya tidak memiliki pegangan yang kuat. Sehingga hatinya kadang rapuh, untuk itu perlu sentuhan kita sebagai warga yang memiliki kelebihan harta. “Kalau bisa, di dalam rumah kita ada satu anak yatim yang kita angkat derajatnya. Karena kehadiran anak yatim di rumah kita akan membawa keberkahan, menjadi rumah yang terbaik dihadapan Allah SWT,” papar Kiai Sukartono yang menyampaikan ceramahnya dalam gaya khas yang kocak dan pandai bermain musik dengan mulutnya. 

Camat Brebes Eko Purwanto yang mewakili Bupati Brebes Idza Priyanti mengaku terharu melihat kehidupan anak-anak yatim piatu yang tanpa pegangan dan bimbingan orang tua. Karena itu, kehidupan mereka perlu pertolongan orang lain. ”Anak-anak yatim piatu menjadi tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemkab Brebes setiap tahun menyantuni anak-anak di 297 desa/kelurahan. ”Tahun 2014 tiap kecamatan ada 100 anak dan pada 2015  ditingkatkan jumlah anak yang disantuni menjadi 200 anak per kecamatan,” katanya.

Eko Purwanto mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap mereka yang bernasib kurang beruntung. ”Jagalah kehidupan mereka sampai bisa mapan. Insyaallah pahalanya surga,” tuturnya.

Pengurus Mushalla Darussalam Limbangan Wetan Rosikhun mengatakan, selain pengajian setiap sore, para remaja dan orang tua dilingkungan mushalla menggelar hadrah dan membaca Maulid Al-Barzanji yang berisi puji-pujian dan riwayat Nabi Muhammad SAW.

”Nabi, manusia paling mulia, maka sudah seharusnya kita memuliakan dan meneladaninya. Perkara ada yang tidak setuju dengan peringatan Maulid Nabi, silakan saja berpendapat asal tidak mengganggu dan menjadi polemik yang mengganggu ibadah kita,” ujarnya. (Wasdiun/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: