RSI Siti Hajar Beri Penyuluhan Seputar Stroke dan Jantung

Sidoarjo,
Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo memberikan penyuluhan seputar penyakit stroke kepada puluhan pasien dan keluarga yang mendampinginya. Rumah Sakit NU yang berada di Jalan Raden Patah 70-72 tersebut ingin risiko penyakit tersebut bisa diketahui dan dicegah sedari dini.  

“Dengan adanya edukasi seputar stroke ini, semoga para pasien di lingkungan RSI Siti Hajar bisa mencegah komplikasi, mencari dan mengobati penyakit. Selain itu, edukasi ini dalam rangka memperingati Hari Stroke,” kata Kepala Humas RSI Siti Hajar Sidoarjo dr Silvy, Kamis (29/10).

Silvy menjelaskan, di dalam kepala ada dua macam pendarahan atau penyumbatan. Gejala dan tanda-tanda ini, ada yang perot, keple ke kanan dan ke kiri serta ada yang tidak bisa ngomong sama sekali. Biasanya di bagian otak ada yang mengalami gangguan. Setiap orang pun berbeda-beda, karena stroke tidak bisa diprediksi.

“Pernah juga ada pasien ketika diajak berbicara tidak hanya pelat atau pelo, tetapi pasien itu bingung jawabnya. Pernah ditanya mau makan apa, malah dijawab jam berapa. Ini harus dikategorikan sebagai kesulitan bicara. Dia mau mengungkapkan tapi tidak bisa bicara. Itu kelainan syarafnya,” jelasnya.

Silvy menegaskan, sebelum sakit, kenali dulu faktor risikonya. Untuk melakukan pencegahan sendiri ada dua macam yaitu pencegahan secara primer dan pencegahan skunder. Ia mencontohkan, bagi yang darah tinggi supaya dipastikan tensinya terkendali.

Selain mendapatkan edukasi seputar stroke. Para pasien dan keluarga pasien juga mendapatakan materi seputar jantung dari tim ahli gizi RSI Siti Hajar yang dipandu Rina. Menurutnya, faktor atau penyebab sakit jantung disebabkan dari pola makan, pola gizi dan pola hidup.

Untuk itu, Rina menyarakan kepada para pasien atau keluarga pasien untuk selalu mengkonsumsi makanan sehat pelindung jantung. Makanan tersebut yang kaya omega 3 dan omega 6, makan kaya antioksidan, makan berprinsip bergaram, bergizi dan berimbang serta makanan berserat dll.

“Perbanyaklah mengkonsumsi ikan laut atau ikan tawar seperti patin, lele, kakap dan lain lain. Karena di dalam ikan kaya akan omega 3 dan 6 yang berfungsi akan melindungi otak. Kurangi makan daging ayam. Jika makan daging ayam buanglah kulitnya. Karena kulit ayam itu banyak mengandung kolesterol,” ujar Rina.

Selain mengkonsumsi ikan, pasien juga disarankan untuk mengkonsumsi sayur dan buah. Tidak perlu buah mahal,cukup makan pepaya, tomat, melon. Terkecuali ada komplikasi atau yang kena diabetes.

“Kecuali pada pasien yang berhubungan dengan stroke, tidak boleh makan gobis, sawi, tewel. Makan kacang-kacangan juga bagus, terutama kedelai. Karena tinggi sekali dengan antioksidan. Makan kedelai jangan takut kena asam urat atau kolesterol,” tegas Rina.

Rina menambahkan, mengkonsumsi kedelai 1/2 ons atau 50 gram akan menurunkan kolesterol selama seminggu. Murah meriah, yang penting mengolah makanan tidak digoreng. Boleh digoreng asal satu kali pakai, satu kali buang. Jika makanan itu direbus, dikukus atau pun dipanggang maka kolesterol dan tensinya tidak naik.

“Kalau masak jangan menggunakan mentega. Karena mentega itu minyak yang dipadatkan, kalau dicairkan lagi menjadi lemak jelek dan bisa menumbuhkan kolesterol. Kecuali untuk ulasan roti saja tak apa-apa karena tidak dipanaskan. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: