RSNU Jombang Ajarkan Karyawan Materi Aswaja

Jombang, Sejumlah karyawan Rumah Sakit Nahdhatul Ulama (RSNU) Jombang digembleng dengan kajian-kajian Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-nahdliyah setiap bulan. Hal ini diupayakan berjalan dengan maksimal sesuai jadwal dan teknis yang sudah dirumuskan sebelumnya.

Kali ini pihak RSNU mendatangkan KH A Wazir Ali, Wakil Syuriyah PCNU Jombang sebagai pembicara. Ia menjelasakan, bahwa nilai-nilai Aswaja seharusnya memang mulai dikenalkan pada berbagai pihak dan profesi, termasuk perawat atau pegawai RS. “RS ini sebagai ladang pengabdian para karyawan untuk pasien, menanam kebaikan sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW adalah beraswaja,” katanya saat menyampaikan materinya, Selasa (24/11).

Dalam menguatkan nilai-nilai Aswaja, kiai yang kerap disapa Wazir ini mengungkapkan, hendaknya memahami pilar-pilar Aswaja dan diaplikasikan dalam perbuatan manusia setiap hari. “Iman, Islam, dan ihsan merupakan pilar Aswaja yang harus dipegang erat oleh kita, kita senantiasa meningkatkan iman kita dengan menambah amal sholeh karena iman manusia sejatinya akan bertambah dan juga berkurang,” ungkapnya.

Ia mengajak pada segenap karyawan dan pejabat RS ini untuk menguatkan dan meningkatkan amaliyah-amaliyah Aswaja an-nahdliyah dihadapkan dengan berbagai paham Islam yang sudah melenceng dari ajaran-ajaran Nabi Muhammad. “Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad adalah Islam yang santun atau Islam yang rahmatan lil alamin. Beragama Islam saja tidak cukup ketika tidak bisa memilah antara ajaaran-ajaran yang baik dan ajaran yang tidak sesuai dengan nilai keislaman yang sebenarnya,” tuturnya.

Kegiatan ini berlangsung di aula KH Abdurrahman wahid lantai II RSNU setempat selama dua hari (23-24/11). Sekitar 40 karyawan mengikutinya dari pukul 13.00 WIB hingga rampung. Mereka tampak antusias menyimak materi-materi yang disampaikan meskipun masih pertama kali digelar.

Di tempat terpisah, Hamid Bishri, Staf Tata Usaha (TU) RSNU ini mengatakan, akan membagi  pada dua gelombang yang menyesuaikan dengan jam kerja para karyawan. “Kami merencanakan ada dua gelombang nanti, hal ini dirasa sangat efektif karean para karyawan secara keseluruhan bisa ngaji juga,” terangnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: