Saat Gus Dur Menangis dan Kenangan-kenangan Lain

Jakarta, Sebagai putri Gus Dur, Alissa menyampaikan ada begitu banyak kenangan antara dirinya dengan ayahnya. Salah satunya yaitu saat pernikahan Alissa, di mana Alissa melakukan sungkem kepada Gus Dur.

Saat itu, Gus Dur terlihat menangis. Padahal Gus Dur adalah sosok yang tegar. Alissa melihat dua kali saja Gus Dur menangis. Yakni saat ibunda Gus Dur wafat. Dan yang kedua saat ia sungkem itu.

Kenangan yang juga sangat mengesankan adalah soal penentuan jalan kehidupan yang akan dipilih Alissa. Waktu itu Alissa dan seluruh keluarga sedang berada di dalam mobil di perempatan Matraman. Mereka sedang menuju Griya Gus Dur yang terletak di Matraman, Jakarta Timur. 

Saat itu mereka melihat ada anak kecil sedang mengelap kaca mobil yang berhenti. Maksud anak kecil itu tentu mencari uang dari pemilik mobil yang kacanya dibersihkan.

Melihat pemandangan itu, Yenny Wahid, adik Alissa berkomentar, “Pak, itu kan melanggar Undang-undang Dasar. Katanya anak-anak terlantar dipelihara oleh negara?” Sedangkan Alissa melihat mereka dengan rasa iba sehingga ingin sekali membantunya. 

Yenny lalu mengatakan niatnya akan menulis dan dikirimkan ke surat kabar, supaya pemerintah tahu protesnya atas ketidakadilan itu.

Mendengar niat Yenny, Gus Dur menyahut, “Kamu harus ingat kamu masih anak-anak. Kalau pemerintah tidak suka, kamu bisa di-blacklist. Nanti kamu nggak bisa berbuat apa-apa lagi. Kalau mau menolong, gunakan ilmu yang kamu punya untuk menolong umat.”

Dalam hal ini, Gus Dur membaca kedua anaknya dengan potensi yang berbeda. Yenny lebih cenderung ke arah kebijakan politik, sedangkan Alissa lebih kepada kepedulian masyarakat. Meskipun Gus Dur sendiri tidak memungkiri bahwa kedua anaknya memiliki perasaan yang sama, yaitu peduli dengan penderitaan orang lain.

Waktu itu ucapan Gus Dur tidak ditujukkan langsung kepada Alissa. Tetapi Alissa  ikut tersadarkan dan mengambil pemahaman bahwa semua ilmu yang kita miliki hendaknya dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Ilmu yang kita punyai tidak hanya untuk diri sendiri. 

Bila Alissa kemudian tidak bekerja di sektor profit, itu karena Alissa terinspirasi oleh nasihat Gus Dur saat mereka berada di dalam mobil di perempatan Matraman itu, yakni ingin selalu ada untuk memberdayakan dan mendampingi masyarakat yang membutuhkan pertolongan. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)