Sako Pramuka Ma’arif NU Telah Terbentuk di 12 Provinsi

Semarang, Pimpinan Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU mengadakan rapat kerja Nasional Satuan Komunitas (Sako) Pramuka di Pondok Pesantren Al Ittihad Poncol Kecamatan Beringin Kabupaten Semarang, Sabtu-Ahad (31/10-1/11). Kegiatan yang dibuka ketua PBNU H Hanief Saha Ghofur ini membahas agenda program kerja Sako Pramuka lima tahun kedepan.

Menurut ketua  PP LP Ma’arif H Arifin Junaidi, Sako Pramuka Ma’arif Nasional terbentuk tahun 2013 sesuai amanat pasal 32 ayat (1) UU nomor 12/2010 tentang gerakan pramuka. Hingga kini, 12 pengurus wilayah/provinsi LP Ma’arif juga sudah membentuk Sako Pramuka Maarif  Kwartir Daerah yakni, Lampung, Jawa Barat, Jatim, Jateng, Yogyakarta, Kalsel, Kalbar, Maluku Utara, Banten, NTB, Kaltim, dan Ternate.

“Untuk membentuk kwartir provinsi syaratnya berdiri minimal 5 kwartir daerah/kabupaten, sementara kwartir kabupaten harus sudah ada 5 gudep. Jadi kalo dihitung rata-rata satu gudep 5 ribu anggota secara kesuluruhan anggota gudep 300 ribu,” katanya.

Ia mengatakan, keberadaan Sako Pramuka bertujuan meningkatkan pengembangan sikap bagi anak didik terutama anggota pramuka di lingkungan Ma’arif sehingga membantu di dalam proses pendidikan dan kegiatan belajar mengajar.

“Kegiatan belajar mengajar bukan hanya mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan saja, melainkan juga mampu mengembangkan karakter siswa melalui Pramuka ini,” kata Arifin.

Ketua Panitia Rakernas  H Muchsin Ibnu Djuhan mengatakan, Rakernas  ini dimaksudkan untuk memperkuat eksistensi Pramuka-pramuka di lingkungan madrasah-sekolah NU. Targetnya untuk merumuskan petunjuk tata laksana administrasi organisasi dan program kerja sako, adat sako, pola, dan mekanisme pembinaan anggota. “Rakernas ini yang pertama kali sejak dikukuhkan kepengurusan Sako Nasional tahun 2015 ini,” jelasnya.

Dikatakannya, Pramuka merupakan salah satu diantara pembelajaran yang sifatnya ekstrakurikuler yang berhasil meningkatkan karkater anak didik.  Pramuka mampu meningkatkan karakter siswa menjadi anak yang disiplin, cerdas, dinamis, dan kreatif.

“Makanya Kita bangkitkan kembali gugus depan (gudep) pramuka di lingkungan madrasah-sekolah Ma’arif karena banyak makna-makna penting dalam membangun karakter anak,” tandasnya.

Di pondok pesantren Al Ittihad ini, PP LP Ma’arif juga menggelar Raker pengurus pusat dengan agenda merumuskan program kerja.  Diantara program pokok PP LP Ma’arif periode 2015-2020 adalah penguatan aqidah ke-aswaja-an kader NU, penguatan kelembagaan, dan satuan pendidikan, peningkatan mutu pendidik, dan tenaga kependidikan. (Qomarul Adib/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: