Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan

Surabaya, Menyampaikan ajaran agama harus memperhatikan kondisi masyarakat setempat dari banyak aspek. Juga jangan sampai menyampaikan hal yang menimbulkan perbedaan. Kebersamaan harus dijaga agar ukhuwah terus terawat dengan baik.

Muhammad Dawud mengingatkan hal ini pada acara Evaluasi Dengar Pendapat atau EDP yang diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur, Jum’at (10/7).

“Menyeru pesan agama hendaknya harus dengan mengedepankan kesantunan, sebagaimana telah dipesankan dalam Islam,” katanya di hadapan 4 pemohon ijin radio komunitas dan televisi kabel berlangganan. 

Apalagi, lanjutnya, bagi para pengelola lembaga penyiaran seperti televisi maupun radio untuk bisa memilih mata acara dan program yang tidak lagi menebarkan kebencian atau perbedaan saat bersiaran.

Salah sorang komisioner KPID Jatim ini juga berharap sekaligus menekankan bahwa masih banyak radio dan televisi yang gemar menyiarkan materi yang menyinggung perbedaan. “Padahal materi seperti ini tidak akan selesai diperdebatkan,” ungkap Sekretaris PW ISNU Jatim ini. 

Dawud juga mengkritik sejumlah lembaga penyiaran yang gemar merelay siaran dari beberapa radio kenamaan dengan tidak memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. “Bagaimana mungkin anda merelay berita maupun tayangan dari sumber yang jelas-jelas berseberangan dengan tradisi mayoritas masyarakat sekitar,” katanya.

Karenanya sangat mendesak untuk memiliki kearifan dalam menayangkan serta menyampaikan materi siaran yang mampu menjaga kebersamaan dan menghargai keberagaman di masyarakat. “Kami sangat berharap para pemohon bisa menjaga suasana kondusif di lingkungan masing-masing, apalagi telah memiliki media baik televisi maupun radio,” ungkapnya.

Kegiatan EDP berlangsung sejak 8 hingga 10 Juli. Ada puluhan radio komunitas serta satu televisi kabel berlangganan yang mengajukan izin agar bisa bersiaran sesuai wilayahnya. Para pemohon harus mempresentasikan proposal yang telah diajukan di hadapan para tim penguji, pemberi masukan, serta dari komisioner KPID Jatim. (Syaifullah/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: