Santri Bela Negara Akan Diprogramkan dalam Berbagai Bentuk

Jakarta, Pelayaran santri bela negara telah kembali ke Jakarta, Kamis (26/11). Kegiatan pelayaran yang berlangsung selama 6 hari dari Jakarta ke Surabaya dan Surabaya ke Jakarta menuai banyak pujian dari para peserta. Terlihat dari antusias peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir kegiatan.

Ketua Panitia, Imam Pituduh usai apel penutupan mengatakan, antusias dan apresiasi dari peserta dan pelbagai pihak akan disampaikan kepada Ketua Umum PBNU.  Dan pelayaran santri bela negara merupakan sejarah bagi santri, karena baru pertama kalinya dilaksanakan. “Ini merupakan komitmen santri dalam menjaga dan membela serta menjaga negara, sekaligus jawaban di tengah pandangan terkait teroris bersarang di pesantren,”  katanya, ketika diwawancarai.

Lebih lanjut, Imam yang juga Wasekjen PBNU ini mengatakan, ke depan kegiatan santri bela negara akan menjadi kegiatan rutin PBNU. “Untuk format apakah dalam bentuk pelayaran, pendakian darat ataupun udara akan didiskusikan bersama,” ungkapnya.

Sementara, utusan santri PCNU Bogor, Jailani mengatakan, senang sekali bisa mengikuti kegiatan pelayaran kali ini. Dan tidak kalah penting adalah pengetahuan tentang kemaritiman. “Di laut, saya melihat begitu luasnya wilayah Indonesia, membuat semakin cinta dan ingin menjaganya,” ungkap santri yang juga mondok di Ponpes al-Karimiyah Yasina Bogor, Jawa Barat.

Sedangkan, Ardi Kamal Hasan, santri dari Pesantren Arsidiyah Kudus, Jawa Tengah mengatakan, selain menambah teman sesama santri Nahdlatul Ulama dari luar daerah, juga dapat bersilaturahim dengan santri-santri dari Serikat Islam, Persatuan Umat Islam, Mathla’ul Anwar serta ormas Islam lainnya. Pasalnya, lanjutnya, pengalaman seperti ini tidak akan didapat di Pesantren.

“Akan saya ceritakan pengalaman dan tularkan ilmu dari kegiatan ini kepada teman-teman di Kudus, semoga ke depan ada kesempatan yang sama untuk berlayar,” imbuhnya. (Faridur Rohman/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: