Santri Krapyak MA Ali Maksum Raih Prestasi LKIR Santri 2015

Yogyakarta, Rabu, 17 Juni 2015 santri dari Pondok Pesantren Krapyak Ali Maksum berhasil meraih juara pertama dalam lomba karya ilmiyah remaja (LKIR) santri 2015 yang diadakan oleh Kanwil Kementrian Agama DI Yogyakarta.

Sebelumnya, santri yang masih duduk di bangku XI MA Ali Maksum ini memberikan presentasi terbaiknya di hadapan dewan juri yang terdiri dari tiga orang yakni Dr Ahmad Mustaqim [UIN Sunan Kalijaga], Dr Taufiq [UIN Sunan Kalijaga], dan Arief Gunadi, MPdI [Kasubbag Informasi dan Humas Kemenag DIY]. Pertanyaan dari dewan juri berhasil dijawabnya dengan baik.

Kelompok KIR yang terdiri dari Az-Zuhaira, Aminatun Rofingatus Sa’adah dan Shoffatul Izzah mempresentasikan karya ilmiahnya dengan judul “Sorogan Sebagai Salah Satu Metode Efektif dalam Pembelajaran Bahasa Arab”. Hasil penelitiannya adalah dengan metode sorogan, santri dapat menambah kosa kata bahasa Arab, mengetahui kedudukan nahwu dan shorofnya serta melatih santri untuk menulis sastra Arab.

Muyassarotul Hafidzoh, Pembimbing kelompok KIR Pesantren Krapyak menyampaikan, bahwa sebenarnya metode sorogan itu bukan hanya efektif diterapkan untuk mempelajari bahasa Arab saja, namun juga bisa diterapkan untuk bahasa asing lainnya seperti bahasa Inggris. 

“Ya, sebenarnya metode sorogan ini juga bisa digunakan dalam mempelajari bahasa Inggris, karena melatih santri untuk sering aktif membuka kamus dan mengucapkan kalimat-kalimat asing,” jelas Muyas yang juga termasuk salah satu redaktur Majalah Bangkit PWNU DIY.

“Sebenarnya kami mengirim 2 kelompok, alhamdulillah meraih juara pertama dan juara harapan. Kelompok yang meraih juara harapan membawakan karya berjudul (Pesantren dalam Tantangan Globalisasi: Studi Kasus di PP Ali Maksum Yogyakarta). Semoga dengan adanya lomba karya ilmiah remaja santri ini bisa memicu semangat para santri untuk melakukan penelitian,” lanjut Muyassaroh. (Iyas/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: