Santri MA Ali Maksum Tembus Final LKIR LIPI 2015

Jakarta, Masa depan Islam Nusantara ada pada generasi pelajar maupun santri. Itulah yang ditunjukkan oleh Muhammad Alvin Fauzi, santri MA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta yang berhasil menjadi finalis Lomba Karya Ilmiyah Remaja (LKIR) ke-47 tahun 2015 yang diadakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta pada 25-28 Agustus 2015.

Dalam kesempatan ini, Alvin mempresentasikan karya ilmiyahnya yang berjudul Remaja masjid Sebagai Penangkal Radikalisme: Studi Kasus Remaja Masjid Kodama Krapyak Yogyakarta. Alvin merasa penelitian ini sangat penting dan memiliki implikasi besar terhadap pandangan dunia tentang Islam yang sesungguhnya. 

“Saya sebagai umat muslim resah ketika ada pelabelan terhadap muslim, bahwa agama Islam adalah agama yang kasar, keras atau bahkan Agama yang radikal. Gerakan paham radikal pun sudah masuk ke dalam organisasi remaja masjid, baik itu masjid kampus maupun kampung,” jelasnya.

Dalam konteks inilah, menurutnya, remaja masjid memiliki peran yang kuat untuk menangkal paham radikalisme. “Metode dakwah yang dilakukan remaja masjid Kodama ini sangat unik. Karena bukan sekedar ceramah saja, namun juga dengan melakukan kegiatan kemasyarakatan, pelayanan kesehatan, dan melatih kemandirian ekonomi, sehingga Islam yang rahmatan lil ‘alamin dipahamai oleh masyarakat,” jelasnya.

Dengan persaingan yang ketat antar-finalis, Alvin berharap memberikan yang terbaik dan menjadikan kompetisi ini adalah wadah untuk mengaji. 

“Pesan dari guru saya dalam kompetisi ini adalah diniati untuk ngaji, apapun hasil yang nanti saya dapatkan, itu adalah yang terbaik. Semoga teman-teman santri nanti memiliki semangat untuk menjadi peneliti dan berkompetisi di LIPI, karena sangat sedikit dari kalangan santri. Padahal saya yakin santri itu mampu menjadi ilmuwan masa depan,” tandasnya. (Muyassaroh/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)