Sejumlah Akademisi-Aktivis Siap Ramaikan Riungan Kebangsaan Gusdurian

Way Kanan-Lampung, Akademisi Universitas Lampung (Unila) yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Way Kanan Dr Farida Aryani menyatakan diri untuk berpartisipasi dalam kegiatan “Riungan (kumpulan) Kebangsaan” dihelat Gusdurian Lampung bersama sejumlah pihak yang mempunyai persepsi sama  mengenai kebangsaan dan kemanusiaan.

“Beliau sudah menyatakan diri untuk hadir dalam kegiatan berisi diskusi kebangsaan dan donor darah beserta relasi, termasuk Ketua Yayasan Shuffah Blambangan Umpu Khairul Huda, S.Psi, M.AP juga berkomitmen untuk bisa ikut donor darah,” demikian disampaikan aktivis Gusdurian di Way Kanan, Lampung Agung Rahadi Hidayat di Blambangan Umpu, Sabtu (24/7).

Berkaitan dengan itu, Gusdurian Lampung mengapresiasi positif support yang bermunculan dari berbagai pihak atas kegiatan tersebut.  Riungan, kumpulan atau silaturahmi, kata Agung yang tercatat bergiat di Palang Merah Indonesia (PMI) Way Kanan dan pengurus Ansor Kecamatan Way Tuba, menjadi penting sebagai gerbang masuk berbagai kemaslahatan.

“Silaturahmi masyarakat di tingkat lokal masyarakat perlu digalakkan, dengan silaturahmi semangat persatuan dan persaudaraan dapat terwujud. Aneka persoalan masyarakat butuh pemecahan yang melibatkan banyak pihak, masyarakat perlu saling bahu-membahu mencari jalan keluar atas kebuntuan persoalan.

Dengan melibatkan banyak pihak, demikian Agung menambahkan, forum ini menjadi wadah dialog mengenai perkembangan kemasyarakatan, adanya kerjasama antar pemangku kepentingan untuk menghadapi permasalahan serta untuk lebih peduli terhadap situasi dan kondisi di Kabupaten Way Kanan.

Riungan Kebangsaan dan Donor Darah tersebut  berrtema “Mensinergikan Keberagaman Menumbuhkan Kemanusiaan”. Kegiatan tersebut merupakan sinergi dan energi cinta untuk bangsa dari Gusdurian Lampung, Alumni BPUN Way Kanan 2015, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Pemuda Katolik, Gerakan Pemuda Ansor, Peradah, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Palang Merah Indonesia (PMI), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), TP PKK dan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama.

“Kegiatan berlangsung Senin 27 Juli 2015 di Dewan Kerajinan Nasional Daerah atau Dekranasda Way Kanan mulai pukul 08.30 WIB. Pihak-pihak yang ingin ikut serta donor darah kami persilakan untuk hadir mengingat persediaan darah di Provinsi Lampung masih banyak mengalami kekurangan dalam jumlah cukup besar. Sebanyak 60 persen komposisi penyumbang darah sukarela, yang mendonorkan darah mereka secara rutin sebagai penopang ketersediaan darah, untuk Lampung masih kekurangan persediaan darah berkisar 40 persen dari kebutuhan darah bagi masyarakat di Lampung,” katanya.

Ia menambahkan, optimisme keberkahan silaturahmi akan mengantarkan masyarakat ke arah perbaikan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara karena bertujuan membangkitkan spirit kebangsaan, kepedulian dan gotong royong, lalu juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional serta menghidupkan, menjaga serta melestraikan kearifan lokal.

“Kegiatan perkumpulan ini akan membangun konektifitas antar elemen masyarakat daerah ini sehubungan melibatkan sejumlah elemen di Way Kanan kendati belum optimal atau 100 persen terjangkau,” demikian Agung Rahadi Hidayat.

Diskusi kebangsaan akan menghadirkan sejumlah pembicara, seperti I Gede Klipz Darmaja dari Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Lampung, lalu Andreas Sugiman dari Pemuda Katolik Way Kanan. Kegiatan dimoderatori oleh Ponita Dewi, Duta Genre (Generasi Berencana) Indonesia 2013 yang juga presenter salah satu televisi di Lampung. Topiknya, “Masih Perlukah Indonesia Dengan Pancasila?” (Gatot Arifianto/Anam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: