Selamat Jalan Gus Malik, Pendekar Pagar Nusa dari Trenggalek

Klaten,
Puluhan anggota Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa kabupaten Klaten, memanjatkan doa bersama yang ditujukan untuk mendiang Gus Malik, seorang tokoh dewan pendekar Pagar Nusa, yang baru wafat.

Menurut salah satu pengurus Pagar Nusa Klaten Sahid Fadani, kegiatan doa bersama yang dilaksanakan di kompleks pesantren Popongan itu juga dihadiri adik Gus Malik, Gus Khozin.

Usai menggelar doa bersama, mereka menyampaikan kesannya terhadap sosok Gus Malik. Iman Widodo, dewan pendekar Pagar Nusa Klaten mengenang sosok Gus Malik sebagai pribadi yang sederhana dan loyal.

“Gus malik itu orangnya sederhana. Loyalitasnya juga tinggi terhadap NU dan tentu saja Pagar Nusa. Saat masih kecil, saya sudah sering mendengar tentang beliau, ‘Warokane Pondok’, begitu kesan masyarakat daerah Ponorogo, yang banyak mengenal beliau,” ungkap Iman , Selasa (8/9) lalu.

Sementara itu, ditemui terpisah, Ketua Pagar Nusa UNU Surakarta Arifin mengingat pertemuan terakhirnya bersama Gus Malik. Arifin ingat Gus Malik memperlihatkan aksi khasnya dengan “bom rakitan/mercon” di Simpang Lima Semarang pada acara Pagar Nusa Tingkat Nasional, beberapa bulan lalu.

“Ia adalah sosok dewan pendekar Indonesia. Gus Malik mengabdikan dirinya untuk Pagar Nusa dengan loyal dan total, hingga akhir hayat. Ini merupakan sebuah prestasi yang tak bisa ternilai oleh medali. Selamat jalan guru besar!” kata Arifin.

Jenazah Gus Malik sendiri dimakamkan di pemakaman samping masjid dekat rumahnya. Sebuah rumah sederhana di Desa Kerjo, Karangan, kabupaten Trenggalek. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)