Shalawat Getarkan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

Jakarta, Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1436H, Ikatan Mahasiswa Nahdliyyin di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) menggelar acara STAN Bershalawat dengan mengusung tema “Bersihkan Hati, Sambut Bulan yang Suci dengan Sholawat Nabi.”

Acara ini telah dipersiapkan dengan waktu yang tidak singkat dan merupakan agenda besar tahunan dari organisasi di bawah naungan KMNU Nasional ini. Pada tahun ini, IMAN STAN menghadirkan tokoh PBNU serta majelis kondang yang dipimpin oleh para habibyang biasa disebut sebagai Majelis Rasulullah.

Bertempat di halaman gedung Student Centre STAN Acara dimulai Ahad (7/6) pukul 20.00 WIB dan berakhir pukul 23.30 waktu setempat dengan pra acara pembacaan Ratib oleh Ketua Fosmat (Forum Silaturrahmi Majelis Ta’lim) Bapak KH. Romlihserta pembukaan oleh pembawa acara yang merupakan Mantan Ketua Organisasi penyelenggara, Uluwan Maurits Thuba.

Sambutan disampaikan oleh Ustadz Dawud Arif Khan yang merupakan Pendiri Ikatan mahasiswa Nahdliyyin STAN dilanjutkan dengan acara inti, yakni pembacaan maulid oleh Majelis Rasulullah yang sempat menggetarkan seantero kampus yang biasa dijuluki Kampus Ali Wardhana ini.

Disusul dengan sambutan dari Bapak Pratin dari perwakilan Sekretariat Kampus STAN yang merupakan Alumni Organisasi IMAN pula. Dilanjutkan dengan mau’idloh Hasanah oleh Habib Hamid Bin Abu bakar sebagai salah satu pimpinan Majelis RasulullahSerta Bapak KH. Ahmad Sudrajat yang merupakan pengurus lembanga PBNU. Animo mahasiswa dan masyarakat begitu tinggi dilihat dari tak sedikitnya peserta yang mengikuti rangkaian acara.

Dalam tausiyahnya, Habib Hamid mengajak hadirin untuk terus mengingat Allah dan bershalawat kepada rasul-Nya, hingga sempat menghadiahkan beberapa amalan agar hidup tentram, yakni sering membaca Al-Qur’an, bershalawat, dan beristighfar.

Ustadz Ahmad Sudrajat mengulas tentang berbagai gejolak politik yang seringkali mengatasnamakan islam di dalamnya disertai dengan beberapa pandangan dan opini terkait di dalamnya yang patut menjadi bahan untuk berhati-hati bagi para Jama’ah khususnya Mahasiswa yang merupakan kader estafet kepemimpinan bangsa. Di akhir tausiyah keduanya, ia mengajak hadirin untuk bermunajat agar dimudahkan urusan dunia dan akhiratnya serta dikabulkan seluruh hajat-nya khususnya bagi Seluruh elemen kampus Sekolah tinggi Akuntansi negara.

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya,” QS. Al Ahzab : 56. (Arif Rahman/Anam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)