Siapkan Bekal Perangi Hawa Nafsu di Bulan Ramadhan

Brebes, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, Kecamatan Jatibarang Brebes Jateng KH Syeh Sholeh Basalamah mengingatkan agar umat Islam bersiap-siap menghadapi ‘perang’. Perang yang dimaksud syeh sholeh bukannya perang dengan memanggul senjata, tetapi perang melawan hawa nafsu di bulan Ramadhan. 

“Perang melawan hawa nafsu, lebih dahsyat ketimbang perang melawan penjajahan karena menyangkut keselamatan dunia akhirat,” kata Syeh Sholeh saat menyampaikan mauidlatul hasanah pada pengajian Senin Pon di Desa Petunjungan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Senin (8/6).

Menurut Syeh, umat Islam harus mempersiapkan bekal dalam menghadapi puasa ramadhan. Kesiapan lahir dan batin sehingga saat menjalani puasa nanti tidak hanya kering di leher dan lapar diperut saja. “Seluruh panca indera kita harus berpuasa, demi menuju kemenangan,” kata Syeh Sholeh yang juga Wakil Rais PCNU Brebes.

Syeh Sholeh juga mengkritisi siaran televisi yang pandai membuat acara ‘penyesuaian’. Dikatakannya, Televisi di Indonesia paling pandai beradaptasi dengan musim. “Kalau saatnya musim puasa, para penyiar, artis dan pelaku bisnis ramai-ramai memakai busana muslim. Sayangnya setelah lebaran, jilbab dan busana muslim lainnya ditanggalkan,” kritik Syeh.

Dia menantang kepada para pengunjung yang mencapai puluhan ribu orang untuk tidak menonton televisi selama berpuasa dan berkonsentrasi dengan ibadah ramadhan. Namun para jamaah malah tertawa. “Ya…. tidak kuat syeh,” teriak salah seorang jamaah.

Ketua Panitia Pengajian Senin Pon S Daryono menjelaskan, pengajian Senin Pon digelar setiap selapanan Senin Pon yang diikuti mayoritas penganut tarekat At Tijaniyah. Penyelenggaraannya bergilir di setiap desa atas permintaan dari masing-masing jama’ah. Pengunjung berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. “Kami lihat para pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat,” terang Daryono.

Kepala Desa Petunjungan Drs H Nur Tauhid mengaku senang mendapat giliran ketempatan pengajian Senin Pon. Menurutnya, sudah tiga tahun masyarakatnya menanti giliran ketempatan. “Ini merupakan suatu keberkahan yang luar biasa bagi masyarakat Petunjungan,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga mengumpulkan sodaqoh spontan hingga terkumpul mencapai Rp 21 juta lebih. (Wasdiun/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)