Siswa Rayakan Kelulusan dengan Sujud Syukur

Brebes, NU Online
Sebagian siswa-siswi merayakan kelulusannya dengan konvoi motor dan corat coret baju. Tapi  SMP N 2 Jatibaang Brebes memilih mengikuti pengajian dan sujud syukur. Baju seragam mereka juga diserahkan kepada adik-adik kelas sehingga sejak diumumkan kelulusan, mereka tak lagi memakainya.

“Lulus SMP itu bukan masa akhir pendidikan, justru menjadi awal untuk ke jenjang yang lebih tinggi dan peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar salah satu siswa, Rizki Fajriyah usai melaksanakan sujud syukur di lapangan basket sekolah setempat, Rabu (10/6).

Kami, lanjutnya, sepakat tidak akan melakukan hal yang bersifat hura-hura karena hanya merugikan diri sendiri dan orang lain. “Lebih baik, baju kami yang sudah tidak terpakai disumbangkan ke adik kelas,” tuturnya.

Para siswa juga mendapatkan bimbingan rohani dari KH Syamsul Falah dari Ketanggungan Brebes. Kiai Syamsul berpesan kepada para siswa agar mensyukuri segala yang telah Allah SWT limpahkan berupa kesuksesan belajar selama tiga tahun di SMP.

Wujud syukur, katanya, bukanlah pesta pora yang tiada arti, tetapi syukur yang sesungguhnya adalah meningkatkan kualitas diri dengan bekal ilmu yang telah dimiliki.

“Siapa pun yang bersyukur pasti akan diberi nikmat yang lebih baik sedangkan apabila kufur atau tidak mensyukuri nikmat maka tunggulah azab-Nya yang amat pedih,” tutur Kiai seraya membacakan sebuah ayat Quran.

Kepala SMP N 2 Jatibarang Brebes Muh Idy Fitriyadi menjelaskan, sujud syukur atas inisiatif para dewan guru dan anak-anak. Selagi masih muda memang harus mendapat arahan yang baik. Hal-hal yang dirasa tidak bermanfaat dan justru merugikan orang lain harus ditinggalkan.

“Jatibarang merupakan daerah agamis, tentu saja harus dibarengi dengan praktek-praktek yang religius,” kata Idy.

Idy menambahkan, tahun pelajaran 2014/2015 sebanyak 308 telah lulus 100 persen, Prestasinya sangat menggembirakan karena nilai Ujian Nasional rata menempati peringkat ke-8 tingkat Kabupaten Brebes. Sedangkan untuk mata pelajaran Bahasa Indanesia peringkat 8, Bahasa Inggris 7, Matematika 10 dan IPA 7.

Dalam kesempatan tersebut, Idy Fitriyadi memberikan piala, piagam dan sejumlah uang pembinaan kepada para peraih nilai tertinggi. Yakni juara 1 Ywang Smaradewane R kelas IX G nilai 349,5. Juara 2 Nur Khafifah IX E (344) dan juara 3 Novi Rahmawati  IX D (342,5). (wasdiun/abdullah alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: