SMK NU Sidoarjo Terapkan Pembelajaran Berbasis IT

Sidoarjo,
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdlatul Ulama Sidoarjo di jalan Monginsidi Kav DPR, Perum Bluru Permai Sidoarjo, berupaya mendidik pelajarnya untuk berperilaku dan bersikap sebagai calon tenaga medis, calon tenaga komunikasi dengan komputer yang profesional berdasarkan pada etika profesi. Sekolah kejuruan dengan program keahlian di bidang keperawatan, farmasi, desain komunikasi visual, dan teknik itu siap bersaing dengan sekolah-sekolah umum lainnya.

Pembelajaran berbasis IT yang diterapkan dalam proses belajar mengajar dengan beberapa metode pembelajaran (diskusi, inkuiri, deskoveri, dan problem solving) serta menggunakan model pembelajaran yang dikemas sederhana, menarik, dan menyenangkan diharapkan pembelajarannya lebih bermakna.

Lulusan SMK NU Sidoarjo diharapkan dapat menghasilkan tenaga-tenaga teknik informasi dan pelayanan medis yang profesional, mandiri, kreatif, dinamis, inovatif dan bertintegrasi tinggi. Selain itu, unggul dalam mutu, berpedoman pada Al-Qur’an, berakhlaqul karimah yang tanggap terhadap perkembangan dan kemajuan IPTEK dan juga mempunyai kepekaan sosial yang memadai.

Kepala sekolah SMK NU Sidoarjo Fathul Jinan mengatakan pihaknya berupaya meningkatkan dan mengembangkan potensi diri peserta didik baik secara pribadi, profesi maupun sebagai tenaga akademik pelayanan kesehatan, dan desain grafis untuk meningkatkan kemampuan profesional. Tidak hanya itu, para siswanya yang dibekali ilmu agama pun siap ketika terjun langsung ke masyarakat.

Alhamdulillah ada beberapa siswa kami yang hafal Al-Qur’an. Selain digembleng ilmu umum, para siswa juga diberikan ilmu agama. Setiap hari para siswa menunaikan sholat dhuha, sholat fardhu seperti sholat dhuhur dan ashar, mengaji surat yasin dan istighotsah bersama. Sehingga ketika diterjunkan ke masyarakat sudah tidak diragukan lagi,” kata Fathul Jinan.

Menurutnya, ilmu yang diberikan kepada siswanya sudah bisa diterapkan baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan sekitar. Salah satu contoh yang dilakukan di lingkungan sekolah yakni dengan menerapkan sikap kejujuran. Ya, di sekolah para siswa menerapkan sifat dan sikap jujur dalam melakukan transaksi jual beli yakni dengan menciptakan kantin yang diberi nama ‘kantin kejujuran’. Kantin yang mempunyai ukuran 3×6 meter itu dibangun sejak tahun 2014 lalu.

Meskipun di belakang sekolah tersebut terdapat beberapa kantin, namun kantin kejujuran ini tetap menjadi rujukan bagi para siswa untuk mencari kebutuhan sekolah. Di dalamnya terdapat beberapa macam barang dagangan seperti obat-obatan (sirup dan lainnya), buku, pulpen, makanan ringan, air mineral, nasi bungkus, dan sebagainya.

Adanya kantin kejujuran itu para siswa tidak lagi membeli apa yang menjadi kebutuhannya di tempat lain. Dengan adanya kantin kejujuran ini mereka akan menerapkan dan membiasakan jual beli dengan jujur.

“Target kami adalah untuk melatih riyadhoh dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan membiasakan berbuat dan bersikap jujur, dalam kehidupan sehari-harinya mereka akan terbiasa jujur. Kelak ketika mereka sudah terjun di masyarakat, untuk berkata dan berbuat jujur pun mereka sudah bisa,” ungkap Fathul Jinan. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: