SMK NU Tenggarang, Gratis Tetap Berkualitas

Bondowoso,
Sekolah Menengah Kejuruan Nahdlatul Ulama (SMK NU) Tenggarang menggratiskan biaya pendidikan untuk siswa-siswinya sampai lulus. Hal itu dilakukan karena warga di daerah tersebut masih sulit mendapatkan pendidikan yang layak.

Menurut Kepala sekolah SMK NU Tenggarang Daris Wibisono, satu-satunya jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan adalah dengan memberikan akses pendidikan seluas-luasnya, tapi mesti pendidikan yang layak dan berkualitas.

“Kami menyadari bahwa akar rumput masyarakat Bondowoso yang notabene adalah jamaah NU, sangat sulit untuk bisa mendapatkan pendidikan yang layak bagi putra putrinya. Hal itu disebabkan rendahnya perekonomian masyarakat,” ungkap Setiawan, Selasa (15/12).

Oleh karena itulah, kata dia, SMK NU hadir memberikan pelayanan pendidikan gratis sampai lulus bagi siswa-siswi dengan jurusan agribisnis dan perikanan.

Meski gratis, pengelola sekolah mempunyai komitmen tinggi untuk terus menjaga kualitas pembelajaran di SMK NU agar dapat menciptakan output lulusan yang berkualitas. Komitmen ini ditunjukkan dengan diraihnya akreditasi SMK NU dengan nilai B.

“SMK NU Tenggarang didirikan untuk menyokong 3 pilar perjuangan NU yaitu: pendidikan, kesehatan, dan perekonomian. Dari tiga pilar itu bercita-cita masyarakat yang lebih baik di masa depan,” kata Daris.

Fasilitas
SMK NU Tenggarang berdiri pada tanggal 23 Juli 2009 di atas tana seluas 10.000 m2. Letaknya berada Jln. Pakisan No. 341 Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sekolah berada dibawah Yayasan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Kabupaten Bondowoso dengan Ketua Yayasan H. M. Syaeful Bahar.

Sekolah memiliki 6 kelas yang dibangun swadaya masyarakat. Mulai tahun 2009 tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Karena itulah sampai saat ini belum memiliki ruang praktik.

Meski demikian, sekolah ini memiliki peralatan praktek budidaya perikanan, peralatan teknologi hasil perikanan, tempat praktek perikanan kolam terpal. Juga memiliki kantin praktek kewirausahaan siswa, bernama kantin Aswaja.

Sampai saat ini SMK NU Tenggarang memiliki siswa dan siswi sejumlah 172 orang. Pada awal tahun pelajaran baru selalu medapat 2 kelas berkisar 75 sampai 82 siswa. Sehingga mulai tahun ini, SMK NU bisa mengadakan ujian nasional sendiri dan bisa memberikan peluang bagi siswa untuk bisa meraih mimpi kuliah dengan bidik misi.

Tenaga pengajar SMK NU lulusan perguruan tinggi ternama di Indonesia dan mengajar sesuai latar belakang pendidikannya. Ada 2 guru produktif perikanan, Riana Endang Hartatik dan Wiwin Junaidah yang sedang kuliah S2 di Politekhnik Negeri Jember. Dua orang guru lainnya sudah lulus S2.

Sementara pembiayaan operasional pendidikan, SMK NU Tenggarang didapat dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan para dermawan.

“SMK NU Tenggarang, meskipun gratis sampai lulus, tapi tetap menjaga kualitas pendidikan,” kata Daris. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)