STAINU Jakarta dan UNU Indonesia Bekali “Arumanis” Mahasiswa

Jakarta, Ketua III Bagian Kemahasiswaan Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta M. Nurul Huda mengatakan, sebagai kampus berideologi Nahdlatul Ulama, wajib untuk mengajarkan prinsip-prinsip, nilai-nilai maupun amalan yang ada pada NU.

Sebab itu, imbuhnya, bersama Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, STAINU Jakarta berkomitmen menjaga tradisi yang diwariskan oleh para ulama Nusantara, dengan mata kuliah yang dikenal dengan sebutan “arumanis” atau kepanjangan dari yaitu awrad, rawatib, manaqib, tahlil, shalawat dan istighotsah.

“Keunggulan STAINU Jakarta dan UNU Indonesia salah satunya pembekalan tradisi, tidak hanya formal mata kuliah, tapi juga praktik dalam amalan,” ujar Huda, di sela-sela memberi sambutan dalam pembukaan isthigotsah kampus, Senin (2/11), di halaman lobi utama kampus UNU Indonesia.

Kegiatan isthigotsah dan manaqib ini akan rutin digelar setiap Senin di awal bulan baru bersama mahasiswa dan civitas akademika. Tak sebatas itu, sambungnya, pihaknya juga akan membuka pelatihan membaca manaqib. Sehingga jika ada warga Nahdliyin atau masyarakat umum yang membutuhkan, bisa langsung mengambil dari mahasiswa.
 
Ke depan kegitan rutinan istighotsah ini tidak hanya dihadiri mahasiswa tetapi juga masyarakat sekitar kampus. “Sekaligus ini bagian dari syiar agama juga,” pungkasnya.

Dalam pembukaan istighotsah ini tampak pula ketua BP3T NU Dr. HM. Mujib Qulyubi, para ketua program bidang studi dari STAINU Jakarta dan UNU Indonesia, dosen dan staf kampus. (Faridur Rohman/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: