STAINU Jakarta Gelar Haul Akbar H Mahbub Djunaidi

Jakarta, Pengurus Komisariat PMII STAINU Jakarta menggelar Haul Akbar Ke-20 pendiri PMII, H Mahbub Djunaidi, Kamis (1/10) di halaman kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Jakarta, Jl Taman Amir Hamzah No 05, Jakarta Pusat. Haul dimulai dengan solat isya berjamaah, dilanjutkan pembacaan tahlil dan istigotsah yang dipimpin oleh K H Mujib Qulyubi, Katib Syuriah PBNU.

Selain dihadiri oleh seluruh kader PMII DKI Jakarta dan Jabodetabek. Haul kali ini juga dihadiri oleh  para pendiri, sahabat-sahabat  dan keluarga Mahbub Djunaidi. Sebut saja, KH. Nuril Huda, Ali Masykur Musa, Chalid Mawardi, Man Muhammad, Ahmad Bagja, Muhyidin Arubusman, Isfandiari Mahbub Djunaidi, Dwi Winarno dan masih banyak tokoh-tokoh PMII lain yang hadir dalam acara tersebut.

“Kegiatan haul ini diselanggarakan sebagai bentuk kerinduan kader-kader PMII terhadap sosok Mahbub yang kritis, namun juga humoris, dan tentu juga untuk mengenang dan mengenal lebih jauh sosok Pendekar Pena asal Betawi ini,” ujar Ketua Komisariat PMII STAINU Jakarta, Idharuddin.

Sejarah singkat

Mahbub Djunaidi adalah aktifis yang dikenal lewat tulisan-tulisannya yang satir dan jenaka. Ia lahir pada 27 Juli 1933 di Jakarta. Putra dari seorang tokoh NU, K.H. Muhammad Djunaidi yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI hasil dari pemilu tahun 1955. 

Pria asli betawi ini mengawali kegemaran menulisnya sejak ia duduk di bangku sekolah. Ia sampai pernah didapuk menjadi redaktur majalah sekolah berkat produktivitasnya dalam menulis. Sejak saat itulah ia terus mengembangkan bakat menulisnya. Banyak karya yang telah Mahbub hasilkan, seperti sajak, cerpen, esai, dan lain-lain. 

Tulisan-tulisannya juga banyak dimuat di majalah Siasat, Mimbar Indonesia, Kisah, Roman dan Star Weekly. Saking cintanya dengan dunia tulis-menulis, ia sampai pernah mengeluarkan sebuah statemen yang begitu luar biasa; “Saya akan menulis dan terus menulis hingga saya tak mampu lagi menulis”.

Mahbub adalah sosok aktivis yang dikagumi oleh banyak orang, tak terkecuali bung Karno (presiden pertama RI). Pada suatu kesempatan Mahbub pernah diundang oleh Bung Karno (Presiden RI pertama) untuk datang ke Istana Bogor. Soekarno sangat terkesan dengan salah satu tulisan Mahbub yang mengatakan bahwa Pancasila lebih agung dari Declaration of Independence. 

Dari acara haul tersebut, Pengurus Komisariat PMII STAINU Jakarta berharap menjadikan Mahbub sebagai rules of model dalam berorganisasi dan juga berkarya. Kita tahu, kader PMII saat ini telah banyak yang meninggalkan tradisi literasi, diskusi, membaca dan menulis, dan lebih memilih untuk terjun ke dunia politik praktis. (Red: Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: