STISNU-GP Ansor Tangerang Siapkan Rumusan Perda Pondok Pesantren

Tangerang, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara bersama Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) untuk mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tangerang tentang Pondok Pesantren.

Qustulani, wakil ketua bidang akademik STISNU, menjelaskan bahwa Perda ini penting bagi pesantren sebagai payung hukum pemerintah kabupaten untuk aktif dan memberdayakan kearifan lokal. Jelas, katanya, dari tinjauan historis pesantren adalah lembaga tertua yang menjadi basis pendidikan agama di masyarakat.

“Apalagi pesantren menjadi bagian terpenting dan tidak bisa dipisahkan dalam meraih kemerdekaan,” katanya seraya menunjuk fatwa Resolusi Jihad Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari yang membakar semangat warga dalam perang heroik 10 November 1945.

Fahmi Irfani, salah satu dosen STISNU, mendorong dalam Perda tidak hanya diatur aturan hukum saja, akan tetapi pesantren harus dijadikan oleh pemerintah sebagai aset kebudayaan lokal, khususnya pesantren salafiyah.

Sebab, tambahnya, pesantren salafiyah memiliki kekhasan dan identik dengan budaya lokal Tangerang. Apalagi, tradisi dan kearifan lokal masyarakat identik dengan tradisi pesantren, secara sosiologis dan antropologis harus dijadikan aset penting kebudayaan yang saat ini banyak orang hedonis memandang sebelah mata pesantren. Padahal, jika tidak ada pesantren bisa jadi norma dan moralitas umat hanyalah simbol yang tak bermakna.

Lebih lanjut, Khoirun Huda, Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tangerang, menambahkan bahwa harus ada ciri khas yang membedakan mana yang betul-betul pesantren atau boarding school semata. Sebab itu, Ahlussunnah wal Jamaah harus menjadi bagian dari kajian akademik lahirnya Perda ini.

H. A. Baidowi, salah satu anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi PKB menyambut baik kajian ini. Ia berharap naskah akademik yang diusulkan segera rampung dan segera diajukan pada program legislatif daerah tahun 2015, dan akan dibahas untuk menjadi Perda pada tahun 2016. Ia menambahkan siap mendorong dan mengawal bersama anggota DPRD lainnya  sampai lahirnya Perda ini.

FGD berakhir dengan dibentuknya tim perumusan prosoposal naskah akademik yang dimotori oleh STISNU dan GP Ansor Kabupaten Tangerang. Hadir pada acara tersebut dosen STISNU dan pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tangerang. (Red: Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: