Taman Komik Nusantara Ciptakan 70 Komik Bertema HUT RI

Jakarta, Taman Komik Nusantara mengadakan kegiatan “Mencipta Karya 70 Komik Bertema Hari Kemerdekaan RI ke-70” dengan bertutur tentang “Memaknai Bhinneka Tunggal Ika dan Hakikat Kemerdekaan” di Halaman Gedung Teater Taman Ismail Marzuki Jakarta, Sabtu (15/8) pukul 15.00-17.30 WIB lalu.

Dengan disuguhkan atraksi Gambar Wayang Punakawan tentunya menambah antusias peserta yang hadir yakni para pelajar muda Kota Bekasi dan para remaja yang terbiasa melakukan kegiatan komunitas di jalanan sekitar wilayah Kali Pasir, Cikini, Jakarta Pusat.

“Dari kegiatan ini diharapkan para pelajar berlatih berimajinasi kreatif menggambar dan menemu kenali sejarah bangsa dengan baik, belajar mencintai dengan kesungguhan, merawat dan memelihara rasa kebangsaan. Mereka belajar untuk tidak mudah menebar kebencian namun saling menjaga persatuan di negeri Nusantara tercinta ini,” ujar Pendiri Taman Komik Nusantara, Endah Priyanti lewat rilis yang dikirimkan ke NU Online, Senin (17/8).

Kegiatan diawali dengan pelatihan public speaking yang mengulas tentang sumbangan pemikiran dan perjuangan para tokoh pahlawan nasional seperti Tan Malaka, Soekarno, M Hatta, Sutan Sjahrir, dan sebagainya yang ditampilkan oleh para pelajar muda secara komunikatif di depan publik. Dengan demikian diharapkan para pelajar muda memiliki wawasan kebangsaan dan meneladani sikap positif para tokoh pemimpin bangsa di masa lampau yang telah berjasa bagi Republik ini. 

Kegiatan yang tak kalah menarik adalah apresiasi seni pertunjukan dan narasi kitab sastra klasik bersejarah seperti Arjunawiwaha, Bharatayuda, Gatotkacasraya, Sutasoma dan Negarakertagama. Selanjutnya kegiatan diakhiri dengan workshop pembuatan komik sejarah yang bertema tentang “Memaknai Bhinneka Tunggal Ika dan Hakikat Kemerdekaan”. 

“Kegiatan bersama Taman Komik Nusantara ini juga menjadi ajang silaturahmi anak-anak jalanan terutama memperkenalkan Budaya Wayang Nusantara melalui media komik. Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada mereka tentang makna kebhinekaan yang sudah menjadi suatu keniscahyaan namun tetap menghormati antar pertemanan yang berbeda baik agama, suku maupun latar belakang budayanya,” terang Endah yang juga Guru di SMA Negeri 12 Kota Bekasi.

Merawat Budaya Nusantara

Gerakan kebudayaan berupa Taman Komik Nusantara ini sudah dimulai sejak awal Januari 2015 dan peluncurannya sudah dilakukan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei 2015 lalu. Menurut Endah, gerakan ini penting ketika makna pendidikan hadir dalam bentuk gerakan sadar budaya di akar rumput sehingga masyarakat memandang bahwa pendidikan berbasis kebudayaan juga bisa diciptakan di ruang-ruang publik yang sederhana. 

“Taman Komik Nusantara ini memiliki visi merawat Budaya Nusantara melalui komik kreatif anak bangsa. Dalam wahana ini, kami merayakan Hari Kemerdekaan RI ke-70 dengan penuh suka-cita menciptakan taman belajar yang menyenangkan dan humanis sesuai Tut Wuri Handayani,” paparnya.

Melalui wadah ini, Endah mengajak para pelajar muda mengumpulkan serpihan peristiwa sejarah yang terbuang, terlupakan, tersimpan, tersembunyi dan terselip di belantara kekayaan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Mereka serasa diajak menelusuri mesin waktu ke tahun-tahun awal terbentuknya jaringan Nusantara. 

Dia mengungkapkan, penelusuran mesin waktu ini secara pribadi menghentak kesadarannya dan kesadaran para pelajar muda tentang hal yang paling hakiki akan makna bernegara dan berbangsa Indonesia yang selama ini mungkin perlahan mati suri karena melihat situasi dan kondisi bangsa dirusak oleh tercerabutnya akar budaya luhur di segala bidang kehidupan. 

“Kesadaran ini menggelitik nalar kita bahwa sebagai bangsa kita sebenarnya sudah berusia yang cukup untuk bisa menyebut diri sebagai bangsa merdeka jika kita mau menemukan bentuk kemerdekaan yang hakiki yaitu merdekalahir batin dalam pikiran, sikap dan perbuatan,” pungkasnya. (Red: Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)