Terapkan Dua Kurikulum, Pergunu Jabar Nilai Pemerintah Galau

Bandung, Di sela-sela kegiatan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran IPS bagi Guru-guru SMP/MTs” di Aula Kantor PCNU Kabupaten Subang, Jawa Barat, di Aula Kantor PCNU Kabupaten Subang, Sekretaris Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat H Saepuloh menyatakan ketidakpuasannya terhadap kebijakan pemerintah soal kurikulum.

“Kami sesalkan, karena kegalauan Mendikbud Anies Baswedan, sekarang di lapangan ada dua kurikulum yang diterapkan, yaitu Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Satu sisi kita harus maju menjawab tantangan zaman, tapi di sisi lain kita kembali lagi kebelakang,” katanya, (5/9).

Sebenarnya, tambah Saepuloh, yang diharapkan dari Mendikbud sekarang bukan membuat kebijakan yang memberlakukan dua buah kurikulum, melainkan perbaikan kesalahan jika memang ada kekurangan pada Kurikulum 2013.

Menurutnya, sejauh ini Kurikulum 2013 sudah sangat ideal untuk diterapkan di semua sekolah pada setiap tingkatan, meski penyempurnaan diperlukan dalam tataran implementasinya. Dalam Kurikulum 2013, katanya, ada keseimbangan antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan untuk membangun soft skills dan hard skills.

Saepuloh menjelaskan, Kurikulum 2013 dikembangkan dengan berbasis pada kompetensi untuk mengarahkan peserta didik mampu dan dapat proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah; serta menjadikan manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan menjadi warga negara yang demokratis, bertanggung jawab. Ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional sebagaimana dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003.

“Dalam Kurikulum 2013, ada empat kompetensi yang harus dicapai oleh siswa, yaitu kompetensi sikap yang meliputi sikap spriritual dan sikap sosial, kompetensi pengetahuan, dan komptensi keterampilan,” tutur H. Saepuloh

Selain itu, menurut Saepuloh, salah satu contoh muatan dalam kurikulum 2013 antara IPA dan IPS dikembangkan sebagai mata pelajaran yang saling berkaitan dan saling melengkapi. Pendidikan IPS menekankan pada pengetahuan tentang bangsanya, semangat kebangsaan, patriotisme, serta aktivitas masyarakat di bidang ekonomi dan IPA juga ditujukan untuk pengenalan lingkungan biologi dan alam sekitarnya, serta pengenalan berbagai keunggulan wilayah nusantara.

“Sehingga dalam Kurikulum 2013 antara IPA dan IPS menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya,” ujarnya. (Red: Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)