Terinspirasi Sang Ibu, Tiga Saudara Ini Aktif Berfatayat

Jakarta, NU Online
Tidak banyak yang tahu jika di Fatayat ada tiga bersaudara kandung yang aktif di organisasi perempuan NU ini. Mereka bertiga menjadi pengurus Fatayat di tempat maupun jenjang struktur yang berbeda. Ada yang di daerah, pusat, maupun mancanegara.

NU Online berhasil mewawancarai ketiganya di sela-sela Kongres ke-15 Fatayat NU di Surabaya. Tepatnya ketika sarapan pagi di Hall A Asrama Haji Sukolilo, Senin (21/9) jelang sidang komisi.

Siapa saja mereka? Pertama, Yuliana Mahdiyah Da’at Arina (Sekretaris PC FNU Jember). Kedua, Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah (Koordinator Advokasi Hukum dan Politik PP FNU), Ketiga, Ibanah Suhrowardiyah Shiam Mubarokah (Ketua PCI FNU Malaysia).

Ketiga perempuan cerdas nan enerjik ini merupakan putri pasangan KH Abdul Hamid Hidlir dan Nyai Hj Faiqotul Himmah asal Jember, Jawa Timur.

“Sebenarnya ada satu lagi. Kakak kami yang pertama, Eva Fahmadia Jilan Maulida, jadi Bendahara PCFNU Magelang. Sayangnya hari ini nggak bisa bersama kami di sini,” tambah Iklilah.

Menurut Iklilah, ibu mereka merupakan prototipe perempuan yang sukses menyiapkan kader Fatayat sejak dini. Kaderisasi di internal keluarga sangat efektif membentuk kader handal untuk masa depan.

“Buat saya, ibu kami adalah perempuan yang berhasil melakukan kaderisasi Fatayat. Karena kami semua bersaudara itu enam orang. Nomor 1 sampai 4 perempuan. Nomor 5 dan 6 lelaki. Nah, kebetulan keempat-empatnya aktif di Fatayat,” tuturnya.

Iik, sapaan akrabnya, bercerita, ibu mereka aktif di Fatayat sejak muda. Namun, ia tidak tahu persisnya kapan. “Yang jelas sejak kami masih kanak-kanak. Kebetulan memang adik kakek kami (KH Abdul Halim Siddiq) jadi Rais Aam Syuriah PBNU waktu itu, Mbah Ahmad Shiddiq,” ungkapnya.

Menurut Iik, sebenarnya ibu mereka tidak pernah mendorong para putrinya masuk ke Fatayat. “Karena kultur kami di NU ya, jadi aku tertarik aja aja masuk Fatayat. Kan waktu aliyah aku juga masuk IPPNU,” ujar bendahara LP Ma’arif ini.

Ibu, Sang Inspirator Sejati

Ketiga bersaudara ini sependapat bahwa ibu mereka menginspirasi anak-anaknya aktif di Fatayat. Bahkan, sejak kecil mereka sudah sering ikut ke acara pengajian Fatayat lantaran sang ibu seorang muballighah (penceramah agama).

Senada dengan Iik, Ibanah dan Rina merasa kenal Fatayat sejak kecil. “Perasaan, kami kenal Fatayat sejak kecil. Bahkan, kami yang masih kanak-kanak waktu itu juga hafal mars Fatayat. Padahal nggak ngerti maksudnya,” kata mereka bersamaan sembari tertawa riang.

Gambaran dan situasi kegiatan Fatayat sejak dari ibu mereka memang diramaikan oleh kehadiran anak kecil yang turut memeriahkan acara. “Jadi mungkin itu kaderisasi secara alamiah dan kultural ya,” ujar Rina menimpali.

Bagaimana ketiga srikandi asal Jember ini berfatayat? Simak cerita singkatnya berikut ini. (Baca: Dokter Gigi Pun Berfatayat Ria) (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: