Terpilih, Ketua Baru Ansor Dringu Disambut Barongsai

Probolinggo, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Dringu memunyai pemimpin baru yang akan melanjutkan gerakan pemuda NU. Hal ini menyusul terpilihnya Satimin secara aklamasi dalam Konferensi Anak Cabang (Konferancab) yang digelar di desa Sumbersuko kecamatan Dringu kabupaten Probolinggo, Ahad (16/8). Pertunjukkan Barongsai kemudian dipentaskan.

Konferancab yang mengambil tema “Membangkitkan Semangat Perjuangan Dengan Islam Nusantara ini” ini dihadiri oleh Ketua GP Ansor Probolinggo Muchlis dan pengurus cabang lainnya, Ketua MWCNU Dringu Sugito serta seluruh Pengurus Ranting (PR) GP Ansor se-Kecamatan Dringu.

Usai terpilih Satimin langsung disambut dengan tarian Barongsai. Keberhasilan Satimin ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari seluruh Pimpinan Ranting (PR) untuk memimpin GP Ansor Dringu untuk lima tahun mendatang.

Dalam Konferancab GP Ansor Dringu yang digelar oleh pengurus demisioner periode 2010-2015 ini juga digelar tahlilan bersama yang dikhususkan kepada para pejuang Republik Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Ke-70 RI.

Satimin berkomitmen melakukan penguatan organisasi dengan memperbaiki sistem kaderisasi dan mengembangkan potensi kader Ansor sehingga mampu memajukan GP Ansor di Dringu. “Kepercayaan para pengurus ranting ini merupakan amanah sekaligus tanggung jawab yang sangat besar untuk ditunaikan dengan baik,” katanya.

Sementara Muchlis mengapresiasi terpilihnya Satimin memimpin PAC GP Ansor Dringu. Dirinya berharap agar nakhoda baru ini bisa menyinergikan program kerja dengan GP Ansor Probolinggo sehingga program kerjanya bisa tepat guna dan tepat sasaran.

“Mudah-mudahan dengan adanya ketua baru, kepengurusan PAC GP Ansor Dringu bisa semakin solid dan kompak. Selain itu mampu menjalankan semua amanah konferensi yang fokus kepada peningkatan kualitas SDM kader dan pemberdayaan ekonomi,” harapnya.

Muchlis juga mengingatkan kepada para pengurus GP Ansor tentang sejarah yang terlupakan pada saat tentara sekutu datang ke Surabaya dan berperang melawan Tentara Hizbullah/Banser yang disebut sebagai Resolusi Jihad.

“Jangan pernah melupakan sejarah yang sangat membanggakan bagi kalangan pemuda Ansor. Jadikan sejarah itu bagian untuk memompa motivasi dalam mengisi pembangunan bagi generasi muda Indonesia,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)