Tidak Hanya Tingkat PBNU, Ahlul Halli Bakal Diterapkan Sampai Pengurus Ranting

Jombang, NU Online
Katib Syuriyah PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa Pengurus Syuriyah Nahdlatul Ulama di tingkat wilayah dan cabang seluruh Indonesia bersama sejumlah kiai sepuh NU dalam musyawarah-mufakatnya memutuhkan bahwa Ahlul Halli wal Aqdi merupakan sistem pemilihan Rais ‘Aam dan Rais Syuriyah NU. Mereka juga mengagendakan pemberlakuan sistem ini untuk kepengurusan NU di tingkat wilayah hingga ranting.

“Yang akan dilakukan 5 tahun ke depan juga diputuskan bahwa pemilihan kepengurusan NU di semua tingkatan PBNU sampai Pengurus Ranting dalam Rais Aam dan Syuriyah juga menggunakan sistem AHWA,” kata kiai yang lazim dipanggil Gus Yahya Cholil saat jumpa pers di Media Center Muktamar Ke-33 NU yang berlokasi di SMAN 1 Jombang, Rabu (5/8) siang.

Ia menjelaskan alasan pasal yang tidak dapat diputuskan dalam musyawarah mufakat yakni pasal 19 dalam tata tertib hendaknya diputuskan oleh para Rais Syuriah Wilayah dan Cabang NU seluruh Indonesia.

“Kesepakatan itu kemudian disampaikan pada hari Senin 3 Agustus dan terima secara aklamasi sehingga menjadi keputusan pleno pada hari itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, pada musyawarah seluruh Rais Syuriah NU, Selasa (4/8), diadakan pemungutan suara pada pasal 19 tentang Tata Tertib tata cara pemilihan Rais Aam melalui sistem AHWA. Hasilnya, dari jumlah 496 suara Rais Syuriah baik PWNU dan PCNU, ada 252 suara setuju, 235 suara tidak setuju dan 9 suara abstain.

“Maka dinyatakan bahwa draft yang diajukan panitia muktamar berdasarkan Munas Alim Ulama (tahun) lalu yang berisi tata cara pemilihan Rais Aam melalui sistem AHWA diterima sebagai bagian dari Tata Tertib Muktamar untuk dilaksanakan dan diterapkan Muktamar ke-33 NU di Jombang,” tegasnya di hadapan puluhan awak media. (M. Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)