Usai Muktamar, Pelajar Putri NU: Mari Bersatu Kembali

Jombang, Muktamar ke-33 NU yang baru saja selesai digelar di Jombang, Jawa Timur, menyisakan harapan berbagai kalangan. Salah satunya dari Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Apa harapan putri-putri NU ini?

Ketua PP IPPNU Farida Farichah berharap tidak terjadi perpecahan di tubuh NU. Bagi dia, siapapun yang dipilih para muktamirin semua harus menerima dengan ikhlas. 

“Siapapun yang terpilih itulah pemimpin kita. Dan kita sebagai anak muda wajib tawadhu’ dan taat kepada pimpinan kita,” ujarnya kepada NU Online usai penetapan Rais Aam dan Ketua Umum di Alun-alun Jombang, Kamis (6/8) dini hari.

Farida ingin silaturrahim antarwarga Nahdliyin tetap menjadi hal utama. “Kita berharap sedinamis apapun proses muktamar, pascamuktamar ini silaturrahim antarsesama warga NU semakin kuat. Sebab itu, mari bersatu kembali. Karena kekuatan Indonesia ada pada kekuatan NU,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Ketua PC IPPNU Kabupaten Malang Nur Fauziah ingin antarbadan otonom (banom) di lingkungan NU bisa lebih sinkron satu sama lain. “Mungkin lebih sinkron ya antarbanom itu,” ujarnya.

Zia, sapaan akrabnya, beralasan sering ada miskomunikasi di antara mereka. “Soalnya, sering putus komunikasi. Jadi, setelah dari IPPNU nggak bisa gabung ke Fatayat soalnya apa, karena nggak asyik, misalnya gitu, nggak bisa ngerangkul kami (di IPPNU-red),” ungkapnya.

Soal komunikasi, lanjut Zia, menjadi elemen penting bagi organisasi. Selama ini hal tersebut kesannya diremehkan dan digampangkan. “Cenderung nggak dianggap gitu,” kata mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sunan Giri Malang ini.

Zia menambahkan, program PBNU sudah lumayan bagus. Tinggal bagaimana menaikkan kualitas agar tidak sekadar menang kuantitas. “Kuantitas anggota NU memang lebih daripada Muhammadiyah, misalnya, tapi soal kualitas masih perlu ditingkatkan lagi,” tandasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)