Usai Shalat Id, Warga Papringan Kudus Tahlilan Bersama

Kudus, Sebagaimana tradisi yang sudah berjalan bertahun-tahun, jama’ah masjid al-Junaidi desa Papringan, Kudus, Jawa Tengah, mengadakan tahlilan bersama usai melaksanakan shalat Idul Fitri 1436 H, Jum’at (17/07) pagi. Tahlilan bersama ini diikuti oleh ratusan warga yang sejak Subuh sudah memadati masjid setempat.

Kiai Solhin menerangkan, tahlilan bersama setelah shalat Idul Fitri sebagai bentuk hormat dan bakti dengan cara mendoakan kepada orang tua dan saudara-saudara yang sudah meninggal.

“Senajan kito wes biasa tahlilan, tapi iki tetep dilaksanaake sebagai wujod hormat kito dateng tiyang sepuh (Walaupun kita sudah biasa tahlilan, tetapi ini tetap dilaksanakan sebagai wujud hormat kita kepada orang tua),” terang Wakil Syuriah NU Ranting Papringan Kudus itu saat menyampaikan pengumuman sebelum pelaksaan shalat id.

Senada dengan Kiai Solhin, Urfi Maulana, ketua Ansor Ranting Papringan mengatakan tahlilan bersama merupakan salah satu cara untuk mempererat jama’ah shalat agar tidak langsung pulang. “Biasanya habis sholat kan pada pulang, tapi kalau ada tahlilan kan kesannya bisa bersama-sama,” katanya kepada NU Online seusai tahlilan.

Manfaatnya, lanjut Urfi, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bentuk birrul walidain atau berbakti kepada orang tua pendahulu yang sudah meninggal.

“Harapannya, tradisi tahlilan sehabis shalat id seperti ini kedepannya tetap berlanjut, khususnya bagi generasi muda agar tidak meninggalkan tradisi tahlilan,” pintanya.

Usai melaksanakan tahlilan bersama, warga kemudian bermushofahah (salam-salaman) dimulai dari imam shalat bersalaman sampai makmum yang paling belakang. (M. Zidni Nafi’/Anam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: