Veteran RI Ucapkan Terimakasih kepada LAZISNU Jombang

Jombang, Sebanyak 7 Veteran RI dan Laskar Hisbullah Jombang, Jawa Timur mendapat tali asih penghargaan dari Lembaga Amil Zakat Infaq Dan Shadakah Nahdahtul Ulama (LAZISNU) Jombang pada peringatan hari pahlawan di di Aula Kodim 0814, Jl. KH Wahid Hasyim No 28 Jombang, Selasa (10/11). Malikan, Pimpinan Veteran RI Jombang mengucapkan terimakasih pada pihak LAZISNU yang sudah memberikan rasa empati kepada veteran RI itu.

“Kami atas nama pimpinan Veteran RI mengucapkan banyak terimakasih kepada LAZISNU Jombang yang sudah mulai memperhatikan perjuangan para veteran RI, juga kepada pihak-pihak yang sudah menyukseskan kegiatan ini,” katanya saat memberikan sambutannya usai menerima penghargaan, Selasa (10/11).

Ia mengungkapkan, tidak banyak pihak atau lembaga yang memperhatikan perjuangan para Veteran RI ini, bahkan dulu mereka hanya mendaptkan uang tunjangan sebesar 60.000 setiap bulannya. “Baru kali ini veteran mendapat tanggapan tali asih dari LAZISNU Jombang,” ungkapnya.

Sejak masa pemerintahan Sosilo Bambang Yudoyono (SBY) para veteran RI mulai mendapat perhatian lebih dari sisi material, kalau dulu mereka mendapat uang tunjangan hanya 60.000 rupiah setiap bulannya, namun untuk saat ini sudah naik sekitar Rp 1.000.000.

“Pada saat masa pemerintahan SBY veteran mulai diperhatikan, kalau dulu para veteran hanya mendapatkan tunjangan 60.000 rupiah perbulan, dan untuk sekarang ini naik sekitar 1.000.000 rupiah, bahkan lebih sesuai jenis atau pangkat mereka,” tandasnya saat sudah mau mengahiri sambutannya. 

Sementara itu, lanjut Malikan, veteran yang berada di Jombang sampai saat ini sekitar 363, mereka bukan orang yang kaya raya. Saat saya selidiki ada veteran yang rumahnya kenak banjir, ada juga veteran yang hidup di huta mereka makannya ubi tiap harinya. 

Pada waktu yang sama Ketua LAZISNU Jombang, H Maulana Syahiduzzaman mengatakan, memperhatikan serta empati pada perjuangan para pahlawan Indonesia adalah kewajiban setiap elemen masyarakat, sebab kemerdekaan Indonesia tidak lepas dengan jasa-jasa mereka. 

“Fatwa resolusi jihad belum pernah dicabut kita harus terus berjuang mempertahankan kedaulatan NKRI, berdaulat dalam segala bidang keumatan dan keindonesiaan. Adapun perjuangan di ranah itu hukumnya masih fardu’ain,” katanya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: