Wapres Ajak NU Atasi Ketertinggalan

Jakarta, NU Online
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan umat Islam di Indonesia beruntung karena dapat hidup dalam kondisi aman dan damai, namun demikian, tantangan yang dihadapi saat ini adalah ketertinggalan dan disinilah energi harus difokuskan. 

“Inilah yang menjadi tantangan kita, dan tantangan NU. Kita tidak ada masalah politik yang besar, kita tidak ada masalah ideologi yang besar. Kita memiliki tantangan ketertinggalan ekonomi dan kemiskinan. Ini memberi efek pada umat. NU merupakan bagian terbesar dari umat tentu bagian terbesar dari tatangan ini,” katanya ektika memberikan sambutan dalam acara pengukuhan pengurus PBNU, Sabtu (5/9).

Ia menegaskan, NU memiliki peran besar bukan hanya dalam bidang keagamaan seperti kegiatan shalawat dan istighotsah, tetapi NU harus turut serta membangun bidang pertanian, perdagangan dan lainnya. “Karena hanya dengan cara inilah kita menghadapi tantangan ketertinggalan,” tandasnya.

Program pemerintah saat ini yang berusaha memajukan Indonesia dari desa akan memiliki dampak besar terhadap jamaah NU yang kebanyakan tinggal di desa. .

“NU sebagai bagian bangsa yang sangat besar akan merasakan kesulitan apabila ada masalah tetapi akan bergembira jika berhasil mengadapi tantangan tersebut.”

Jusuf Kalla yang juga salah satu mustasyar NU ini menegaskan sudah waktunya ketergantungan pada pihak lain diakhiri.

“Masa dimana tangan di bawah harus diakhiri. Karena kita pada dasarnya tidak kekurangan. Karena itu apabila ada yang kekurangan seperti penduduk Rohingnya, kita membantu. Sekiranya Timur Tengah tidak jauh, kita akan membantu, tetapi kita jauh,” tandasnya. 

Umat Islam Indonesia, tidak hanya penting memelihara persaudaraan sesama Islam (ukhuwah islamiyah) tetapi juga penting menjaga pesaudaraan kebangsaan (ukhuwan wathaniah), dan juga ukhuwan basyariah atau komitmen atas persoalan-persoalan kemanusiaan. 

“Mudah-mudahan kita dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Terima kasih, selamat kepada pengurus NU, mudah-mudahan segala khidmatnya agar bermanfaat.” (Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)