Warga NU Lampung Perangi Korupsi

Bandarlampung,
Indonesia tidak akan hancur karena bencana semata, namun juga karena korupsi, suatu penyakit yang harus menjadi musuh bersama warga Nahdlatul Ulama (NU). Korupsi merusak mental dan fisik Indonesia sekaligus.

Demikian penegasan pengasuh pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka, KH Maman Imanulhaq (Kang Maman) di Kota Bandarlampung, Ahad (1/11).

“Santri ialah orang yang selalu ingat kepada Allah. Santri ialah orang yang meninggalkan kezaliman,” ujar Kang Maman.

Menurut Kang Maman, salah satu sebab kehancuran Indonesia ialah karena elit-elitnya tidak berpikir dan bekerja untuk rakyat meskipun sudah bergaji besar. “Serta kawula elitnya yang putus asa. Itu hal-hal akan menghancurkan Indonesia. Kata Gus Dur, korupsilah yang akan menghancurkan Indonesia. Korupsi itu musuh kita bersama, musuh warga NU,” kata cucu KH Zaenal Mustofa itu lagi.

Sementara GP Ansor Waykanan menilai, korupsi adalah salah satu permasalahan krusial bangsa harus dirampungkan melalui memilih pemimpin.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia, Pilkada serentak pada Desember 2015 akan diikuti sekitar 852 pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota.

“Memilih pemimpin yang memiliki komitmen tinggi melawan korupsi dan kebodohan adalah langkah awal baik pada Pilkada serentak ini,” ujar Ketua GP Ansor Way Tuba Agung Rahadi Hidayat.

Ia menegaskan, fokus jihad bangsa Indonesia saat ini adalah korupsi yang sudah merusak struktur tatanan bangsa hingga kampung.

“Artinya lingkungan kita rusak. Dan lingkungan rusak tidak layak untuk kehidupan berkualitas. Korupsi harus dilawan. Kita sebagai pribadi, anggota masyarakat dan kader organisasi mempunyai andil besar untuk mengurangi korupsi di lingkungan kita sendiri kita yang menyebabkan lingkungan kita membaik atau tidak,” kata Agung. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: