Yenny Wahid Ajak Para Ibu Tanamkan Toleransi Sejak Dini

Depok, Di hadapan lebih dari 600 kaum ibu peserta Festival Toleransi 2015, Direktur The Wahid Institute (TWI) Zannuba Arifah Chafsoh Rahman alias Yenny Wahid mengajak masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai toleransi sejak dini mulai dari lingkungan keluarga. Festival digelar di lapangan Pusaka, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, Ahad (13/12).

Dalam orasinya, Yenny Wahid mengingatkan peran penting para ibu rumah tangga dalam menyemai toleransi. Para ibu rumah tangga yang juga anggota Koperasi Cinta Damai (KCD) ini tampak semangat merayakan toleransi. 

“Ibu-ibu punya peran besar membangun toleransi. Jika ibu-ibu di sini hatinya damai dan toleran, keluarganya akan damai. Jika keluarga damai, kampung ini damai. Jika kampung ini damai, bangsa ini kira-kira damai tidak?” tanya puteri kedua mendiang KH Abdurrahman Wahid itu disambut teriakan damai para peserta.  

Bangsa ini beruntung, lanjut Yenny, sejumlah negara di Timur Tengah seperti Suriah sekarang berada dalam situasi konflik dan saling bunuh. Kita, terangnya, harus berusaha agar bangsa tetap damai. “Caranya sederhana. Mulailah dari sendiri, dari lingkungan keluarga ibu-ibu. Contohnya tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menggunjing tetangga.”

Di tempat yang sama, Sekretaris Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Abdul Moqsith Ghazali juga menyampaikan pentingnya menyebar perdamaian dan toleransi.

“Toleransi merupakan ajaran dasar Islam yang disebarkan Nabi Muhammad. Di akhir shalat kita biasa mengucapkan salam ke kiri dan ke kanan. Artinya, kita diminta selalu menyebar perdamaian. Kepada siapapun, termasuk bagi mereka yang berbeda agama,” tandas Moqsith.

Menurut salah seorang panitia, Alamsyah M Ja’far, festival tersebut juga diramaikan sejumlah kegiatan. Mulai perlombaan menggambar untuk anak-anak, tasyakuran usaha cuci pakaian Koperasi Cinta Damai, pemberian modal usaha Rp 30 juta untuk anggota, hingga pembacaan deklarasi damai.

“Di lapangan pelosok kampung ini mereka berikrar sembari ngobrol soal toleransi dan kerukunan. Mereka bergembira bersama. Mereka juga membawa serta balita dan anak-anak, sebagian ikut lomba menggambar,” ujar Alam.

Disinggung soal KCD yang diinisiasi TWI ini, Alam menuturkan bahwa koperasi ini memiliki ‘Deklarasi Perempuan Cinta Damai’ yang biasa dibacakan dalam pertemuan rutin anggota. Isinya komitmen untuk hidup dalam cinta dengan segenap lapisan masyarakat dari berbagai suku, agama, dan keyakinan. “Mereka berjanji untuk menjadikan masa depan keluarga sebagai komitmen dan pendidikan anak sebagai ikhtiar bersama,” tandasnya.

Hingga tahun 2015, anggota KCD mencapai 1200 orang dari kalangan ibu rumah tangga. Mereka tersebar di sejumlah titik di Depok dan Parung, Bogor. Usaha yang dilakukan berupa koperasi simpan pinjam. Sebagian kelompok kini tengah mengembangkan sejumlah usaha, antara lain bergerak di kuliner dan kerajinan tangan. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: