Ziarahi Makam Syekh Mutamakkin, As’ad Siap Lakukan Konsolidasi Organisasi

Pati, Sebelum menghadiri Silaturahim dan Halal bi Halal Alim Ulama Se-Jawa Tengah di Pesantren Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, Ahad (26/7), Wakil Ketua Umum PBNU Dr H As’ad Said Ali menziarahi makam Syekh Ahmad Mutamakkin. As’ad didampingi beberapa pengurus PBNU dan para kiai sepuh setempat.

Beberapa kiai sepuh yang mendampingi Kiai As’ad antara lain KH Muadz Thohir, KH Ubaidillah Wahab, KH Muhammad Asmu’i, KH Ulil Bizawie (Pengasuh PP Salafiyah Kajen). Gus Rozin, putra Kiai Sahal, juga tampak hadir di maqbarah tersebut.

As’ad dan rombongan juga berziarah ke makam KH MA Sahal Mahfudh, sebelah barat makam Syeikh Mutamakkin. Ia mengaku sangat menghormati Kiai Sahal. “Kiai Sahal merupakan sosok yang saya hormati. Beliaulah yang meminta saya mengabdi di NU,” ungkap As’ad.

Menurut Kiai As’ad, Syekh Mutamakkin merupakan sosok yang dikaguminya sejak kecil. Ia merasa memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan sosok yang disebut dalam buku Serat Cebolek itu. “Sejak kecil saya rutin diajak ziarah ke sini (makam Syekh Mutamakkin-red) oleh bapak saya. Keluarga kami memiliki ikatan persaudaraan dengan kiai di pesantren Salafiyyah ini,” tuturnya.

As’ad mengaku mempunyai pengalaman unik saat akan melanjutkan sekolah. “Awalnya, saya ingin masuk sekolah umum. Waktu itu, saya nggak mungkin diterima karena waktu sudah mepet. Lalu, saya diajak bapak sowan ke paman saya, Kiai Baidlowi Siroj. Oleh beliau, kami diajak ziarah ke Syekh Mutamakkin. Kamu akan diterima di sekolah yang kamu inginkan,” ujar As’ad menirukan Kiai Baidlawi.

Menurut salah seorang panitia, silaturahim dan halal bi halal bersama alim ulama tersebut mengundang perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Jawa Tengah. Sebagian besar dari 35 PCNU menyatakan siap datang. Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh beserta jajarannya juga tampak hadir.

Di hadapan hadirin,  As’ad yang sebelumnya menyatakan siap maju sebagai calon ketua umum PBNU menegaskan akan mengawal pengkaderan sekaligus menguatkan pondasi NU. “Saya akan melanjutkan program kaderisasi, menata struktur organisasi, sekaligus memantapkan konsolidasi jaringan. Saya berharap program revitalisasi kelembagaan organisasi dan kemandirian jama’ah dan peran NU bisa tuntas,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Anam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)