4 Mahasiswa STAIN Kediri Optimis Majukan BMT-NU Jombang



Jombang,
Setelah tiga pekan magang menjadi bagian pengelola Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT-NU) Kabupaten Jombang, empat mahasiswa asal Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri bertekad untuk menjadikan BMT-NU sebagai lembaga keuangan mikro yang maju dan profesional.

Saat ini mereka sudah menemukan sejumlah kelebihan dan kekurangan BMT-NU Jombang selama dalam kurun waktu tiga tahun berdiri dan beroperasi. Mereka terus mendiskusikan dan mengevaluasi kelebihan serta kekurangan bersama dengan pihak atasan BMT setiap pekan.

Dzafirotul Mushlihah salah satu di antara empat mahasiswa tersebut mengatakan bahwa BMT-NU Jombang sangat berpotensi maju dan berkembang cepat seperti koperasi dan bank-bank yang lain, melihat antusiasnya warga Jombang terhadap keberadaan BMT tersebut.

Untuk menunjang potensi itu, menurut Firo sapaan akrabnya perlu adanya pembinaan khusus antarkaryawan dalam memanajemen regulasi keuangan secara intensif. Berbagai macam produk yang dikelola juga harus dioptmalkan dengan maksimal, baik murabahah, mudharabah dan produk yang lain.

“Lebih pada sisi operasionalnya terkait produk-produk yang dikelola di sini, ternyata produk yang banyak dipakai di sini adalah murabahahnya baik konsumtif atau produktifnya, seharusnya untuk yang produktif itu memakai produk mudharabahnya,” katanya kepada saat di temui di kantor PCNU Jombang, Selasa (19/1).

Tidak kalah penting juga, lanjut dia, lembaga keuangan harus memiliki standardisasi-standardisasi tersendiri dalam perekrutan anggota, hal ini membantu menjaring pengelola yang berbakat dan mumpuni dari sisi keilmuan dan pengalamannya. Namun penerapan standardisasi di BMT tersebut masih belum maksimal.

“Standar operasionalnya atau aturan yang menjelaskan tentang perekrutan anggota itu di sini diterapkan secara maksimal, kriteria-kriteria yang telah dirumuskan bersama tentunya menjadi ketentuan-ketentuan tersendiri dalam menyaring anggota,” imbuhnya.

Di samping itu, ia menambahkan bahwa pengawasan-pengawasan dari pimpinan ke bawahan juga diperlukan untuk mengetahui perkembangan BMT. “Pimpinan sebenarnya sangat berpengaruh terhadap perkembangan-perkembangan BMT melalui komunikasi dan pengawasan,” tambahnya.  (Syamsul/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: