Ansor Pamekasan Siaga terhadap Kian Maraknya Pencurian Sapi


Pamekasan,

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pamekasan turut prihatin atas kian maraknya aksi maling di Pulau Madura belakangan ini. Pasalnya, maling sapi tersebut menjadi teror bagi masyarakat desa; nyaris tiap malam mereka tidak bisa tidur lantaran diteror oleh bayang-bayang para maling sapi.

“Bagi masyarakat Madura, maling sapi adalah teroris. Dan ini kian diperparah oleh kinerja polisi yang kurang getol menyikapi aksi para maling sapi itu. Itu bisa dibuktikan dari hampir nihilnya penangkapan terhadap maling sapi selama ini,” terang Ketua GP Ansor Pamekasan Fathorrahman, Jumat (12/2).

Atas kondisi itu, PC GP Ansor Pamekasan akan segera berkoordinasi dengan Pimpinan Anak Cabang Ansor yang terdapat di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Tujuannya, supaya juga aktif terlibat dalam menanggulangi maraknya aksi maling sapi.

Untuk diketahui, selama Januari hingga pertengahan Februari tahun ini, masyarakat desa di Kabupaten Pamekasan diresahkan oleh aksi maling sapi yang berkeliaran nyaris tiap malam. Pada Selasa (5/1) lalu, pencurian tersebut menimpa H Karim (60), warga Dusun Tengginah, Desa Tampojung, Kecamatan Waru, Pamekasan. Sebelumnya, terjadi di Dusun Daleman Daya, Desa Sokolela, Kecamatan Kadur, Pamekasan.

Kondisi tersebut berbanding lurus dengan kinerja polisi yang terbilang melempem. Parahnya, selalu saja ada alasan untuk menutupi kinerja butuk tersebut. Salah dalihnya, kekurangan personel.

Seperti yang diungkapkan Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Waru AKP Junaidi. Dia mengaku tidak bisa memberikan keamanan yang maksimal terhadap masyarakat di Kecamatan Waru. Alasannya, lantaran keterbatasan personel. Hanya saja, pihaknya akan meningkatkan patroli di jam rawan.

“Tidak selamanya kami mengamankan desa A, C atau B, karena kami kekurangan personel. Tetapi, kami upayakan memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” janjinya. (Hairul Anam/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)