Awali Tahun Kelima, “Bangkit” Angkat Tema Wakaf Produktif



Bantul,
Persoalan wakaf merupakan tema klasik. Pembahasannya sudah mendapat rumusan memadai dari para ulama. Seiring perkembangan waktu, persoalan wakaf semakin pun semakin kompleks. Dalam tataran ini, berbagai upaya ijtihad dari ulama masa kini dilakukan, demi menuntaskan persoalan.

Demikian disampaikan Achmad Rais Wizda, Sekretaris Majalah Bangkit saat ditemui di kediamannya di Krapyak Kulon Sewon, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (23/1) sore. “Sebab itu mengawali tahun ke-5 ini, Bangkit menyapa dengan mengetengahkan persoalan wakaf. Munculnya gagasan wakaf produktif adalah salah satu upaya pemecahan kesejahteraan,” tegasnya.

Wakaf produktif, lanjutnya, melandaskan pada upaya penyaluran wakaf yang lebih maslahat. Umumnya wakaf dialokasikan untuk tempat ibadah dan lembaga pendidikan. Adapun wakaf produktif diarahkan untuk kepentingan produksi ekonomi, seperti pembangunan rumah sakit, SPBU, dan lahan usaha lain yang sifatnya permanen.

“Keuntungan dari usaha produktif tersebut dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat. Maka pengelolaannya harus ditangani secara profesional. Nadzir diarahkan bukan perseorangan, tapi nadzir kelembagaan,” jelasnya.

Kemitraan dengan lembaga lain untuk pengelolaan wakaf produktif juga perlu dilakukan. Hal ini agar potensi wakaf bisa dikelola dengan baik, sehingga diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat.

“Selain membahas mengenai wakaf, Majalah Bangkit edisi Januari 2016 juga menyajikan Rubrik Tausiyah, Ibroh, Aswaja, Khutbah, Jam’iyyah, Sekilas Aktifitas, dan rubrik lainnya, yang tentu saja menarik untuk ditelaah,” tuturnya. (suhendra/abdullah alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)