Baitul Qur’an Sidoarjo Gelar MTQ Tingkat TK Sampai SMP

Sidoarjo,
Rumah Qori Baitul Qur’an menggelar Mushabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) antar-rumah Qori daerah Tanggulangin, Candi, Buduran dan Sidoarjo. Acara tersebut digelar di musholla Baitul Qur’an Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (10/1).

Ketua panitia MTQ Khilmi Nasrullah mengatakan, masing-masing Rumah Qori mengirimkan sebanyak 5 sampai 7, dan 10 peserta. Jumlah peserta sekitar 27 orang tersbut mulai tingkat TK hingga SMP. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kategori, di antaranya tingkat anak-anak mulai dari kelas IV ke bawah. Sedangkan tingkat remaja kelas V hingga kelas IX.

MTQ itu, kata dia, sudah berjalan setiap tahun. Menurutnya, kalau anak-anak tidak pernah diikutkan MTQ, maka mereka tidak mempunyai giroh (semangat). Jadi, dengan diadakannya MTQ itu sendiri untuk memacu semangat belajarnya dan mengetahui sampai dimana kualitas anak-anak di dalam proses atau selama belajar Qori.

“Tujuan yang pertama untuk melatih mereka supaya tidak minder, Mas. Kedua sebagai evaluasi selama proses pembelajaran qori. Pada saat MTQ dimulai ada yang menangis, ada juga yang tidak mau tampil, dan kemudian dirayu hingga akhirnya mau tampil. Selain itu untuk menyiapkan kader-kader Qori sejak dini,” kata pria yang juga sebagai Sekretaris II PC JQHNU Sidoarjo itu.

Pada ajang MTQ, panitia sengaja menjaring juara 1, 2, 3 dan juara harapan 1, 2 dan 3. Bagi para juara akan mendapatkan piagam serta tropi dari panitia.

Setelah diadakannya MTQ, lanjut Khilmi, pihaknya akan menampilkan para juara pada acara Lailatul Qiro’ah yang diadakan JQHNU Sidoarjo, di musholla Baitul Qur’an Desa Pagerwojo Buduran Sidoarjo, 16 Januari mendatang dengan peserta lebih banyak lagi.

Khilmi mengaku bahwa peranan JQHNU Sidoarjo selama ini sangat luar biasa. Mereka selain sebagai pembina, JQHNU Sidoarjo sangat berperan aktif di dalam menelorkan bibit-bibit qori-qoriah yang baru dan unggul. JQHNU Sidoarjo juga akan mengorbitkan para juara pada ajang MTQ baik di tingkat Kabupaten/kota hingga tingkat nasional.

“Dari dulu JQHNU Sidoarjo mengorbitkan lewat lailatul qiro’ah dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal itu sebagai upaya pembinaan dan melatih anak-anak agar kendel (berani) tampil di panggung, serta tidak ragu lagi,” tambah Khilmi.

Ketua JQHNU Sidoarjo H Imam Mukozali memberikan apresiasi luar biasa kepada Rumah Qori Baitul Qur’an yang telah menyelenggarakan acara tersebut. Pihaknya juga mengucapkan terima kash kepada masing-masing Rumah Qori yang telah mengajarkan ilmunya selama ini.

“Rumah-rumah Qori di Sidoarjo itu teman-teman JQH. Mereka sudah berbuat dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Dan kita memberikan support. Bagi para juara akan ditampilkan, walaupun bentuk dan modalnya apa tapi perlu ditampilkan. Saya yakin manfaatnya tinggi, dari yang belum berani, akhirnya menjadi berani,” tutur Imam.

Imam ingin Rumah Qori dan Rumah Tahfidz lainnya juga mengadakan hal yang sama. Karena, menurut Imam bahwa Sidoarjo dicap sebagai gudangnya Qori. Bahkan sudah diakui dan pernah tiga kali mendapatkan juara umum MTQ.

“Syukur-syukur bisa muncul bibit qori yang unggul untuk regenerasi. Memang apa yang kami lakukan ini kecil, namun dampaknya menjadi besar. Bagi para juara harus ditingkatkan. Kalau belum juara lebih semangat belajarnya lagi,” pungkas Imam. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)