Begini Perayaan Maulid Nabi di Sekolah NU Sidoarjo

Sidoarjo,
Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Pucang, MTs/MA Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo, Jawa Timur menggelar istighotsah (dzikir shalawat), shalawat Al-Banjari, ceramah, pentas seni dan bazar di mushalla dan halaman sekolah, Senin (11/1).

“Kegiatan ini merupakan momentum aktualisasi diri melalui unjuk kreativitas dan jiwa interpreneur dengan dzikir dan sholawat,” kata ketua panitia acara peringatan Maulid Nabi Muhammad, Lukman Aji (30).

Lukman menegaskan bahwa dengan diadakannya acara itu membiasakan siswa dan civitas akademik untuk berdzikir dan bershalawat. Karena, di lembaganya merupakan Lembaga Pendidikan Islam dibawa naungan NU. Disamping itu, untuk mengimplementasikan nilai-nilai kejujuran.

“Sebagai Lembaga Pendidikan Islam, dzikir dan shalawat harus dibiasakan. Anak-anak juga akan menampilkan kreativitasnya masing-masing. Untuk menguji mental mereka agar tidak demam panggung. Kami pun juga merangsang kreativitas mereka,” terangnya.

Pada bazar itu, para siswa membeli jajan atau sesuatu yang disukai tidak menggunakan uang. Tetapi mereka membelinya dengan kupon yang dibagikan sesudah dzikir bershalawat. Setiap kelas mempunyai ciri-ciri berbeda dan masing-masing kelas mempunyai stand sendiri-sendiri.

Menurut Lukman, pada acara bazar itu, para siswa menampilkan bazar yang menarik dan unik dari setiap produknya. Ada yang menjadi marketing bertugas mempromosikan atau menawarkan dagangannya, dan ada pula yang menjadi penjualnya.

“Kegiatan ini Insya Allah rutin diadakan setiap tahun. Namun inovasinya berbeda-beda setiap tahunnya. Bazar itu sendiri melibatkan siswa, guru serta wali kelas. Makanan yang ada pada bazar harus halal dan sehat. Kami juga mewanti-wanti pentol atau cilok. Karena sinyalir daging-daging atau mencegah hal-hal tidak diinginkan,” jelasnya.

Acara yang diikuti sekitar 1450 siswa/i dari MINU Pucang, MTs/MA Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo dari kelas I-X berjalan lancar dan penuh khidmat. Para siswa mengikuti acara tersebut dengan tertib dan sungguh-sungguh. Bahkan mereka berharap, setelah mengikuti acara itu menjadi siswa yang berprestasi dan menjadi anak yang saleh.

Faliq Hildan siswa kelas IV mengaku senang dapat mengikuti acara itu. “Senang dan saya sama sekali tidak grogi. Semoga saya menjadi siswa yang terfaforit,” ucap Faliq yang bertugas membaca shalawat dan kolaborasi da’i cilik ini. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)