Berbahayakah Jika Herpes Terjadi pada Mata?


Sidoarjo,

Dokter spesialis mata Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr Yulianti Kuswandari menyebutkan, ada dua jenis penyakit herpes yang perlu diwaspadai, pertama herpes zoster. Herpes zoster merupakan virus yang tumbuh di dalam saraf dan bisa menyebar ke kulit, menyebabkan shingle (herpes zoster). Keadaan ini sebetulnya bukan merupakan ancaman bagi mata. 

Tetapi jika saraf oftalmikus (cabang dari saraf trigeminalis terinfeksi, maka infeksi akan lebih mudah menyebar ke mata, dapat mengenai segala lapisan usia, dari anak-anak sampai manula, menyerang area kulit dan mengenai selaput lendir, namun tidak berhubungan sama sekali dengan kelamin, serangannya bersifat segmented. Jadi bila area  kulit wajah yanga terinfeksi, maka hanya area itu saja yang terserang. Karena mengenai satu jalur saraf saja.
 
“Gejala yang muncul biasanya badan terasa meriang, pening, dan nafsu makan menurun, nyeri dan perih. Masa inkubasi 7 sampai 12 hari. Setelah beberapa hari, akan muncul  bintik-bintik kecil berisi air. Bintik ini akan berubah warnanya setelah beberapa hari. Bahkan dalam kasus yang berat, bintik-bintik ini akan bernanah,” kata dr Yulianti, Senin (18/1).
 
Kedua herpes simplex. Menurut Yuli, ada dua tipe herpes simplex. Herpes simplex tipe satu, disebabkan oleh virus HSV-1 (bibir atau batas antara kulit dengan selaput lendir)  dan Herpes Simplex tipe dua, disebabkan oleh virus HSV-2 (daerah kelamin). Tipe pertama juga bisa menyerang anak-anak. Untuk mendeteksi jenis virus yang masuk ke dalam tubuh, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium.
 
“Herpes sangat bisa disembuhkan, sudah ada pengobatan medis yang memadai, tetapi  waktunya relatif agak lama. Penyembuhan yang lama juga menyisakan cacat pada kulit dan tidak sedap dipandang. Bayangkan jika serangan herpes terjadi pada wajah, sungguh hal yang tidak kita inginkan,” tanya dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU Sidoarjo itu.
 
Yuli menjelaskan, secara umum, seluruh jenis penyakit herpes dapat menular melalui kontak langsung. Bisa melalui bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke atas gelembung/lepuh yang pecah. Pada penyakit Herpes Genitalis (genetalia), penularan terjadi melalui perilaku sex. Sehingga penyakit Herpes genetalis ini kadang diderita dibagian mulut akibat oral sex.
 
“Seseorang yang pernah terkena virus Vaeicella akan terjadi dua kemungkinan . Kalau baru pertama kali akan muncul cacar air tetapi apabila sudah pernah terjadi cacar air bila kondisi tubuh meurun akan muncul herpes Zooster,” jelasnya.
 
Herpes zoster sebenarnya dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. Walau begitu, lanjut Yuli, ternyata vaksinasi yang diberikan tidak dapat menjamin seseorang bebas dari virus ini. Semakin tua umur seseorang, dimana semakin menurun pula fungsi organ dan imunitasnya. Sehingga ia rentan mengalami berbagai penyakit infeksi, salah satunya herpes zosterini. Selain itu menjaga pola istirahat dan pola makan agar sistem imun stabil.
 
“Jika herpes zoster menginfeksi wajah dan membahayakan mata, maka untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi pada mata, seringkali diberikan asiklovir per-oral (melalui mulut) selama 7 hari. Bisa juga diberikan tetes mata corticosteroid. Tetes mata atropin seringkali digunakan untuk menjaga agar pupil tetap lebar dan membantu mempertahankan tekanan di dalam mata,” terangnya.

Menurutnya, obat-obatan yang diberikan pada penderita penyakit herpes atau cacar ditujukan untuk mengobati keluhan gejala yang ada seperti nyeri dan demam, misalnya diberikan paracetamol. Pemberian Acyclovir tablet (Desciclovir, famciclovir, valacyclovir, dan penciclovir) sebagai antiviral bertujuan untuk mengurangi demam, nyeri, komplikasi serta melindungi seseorang dari ketidakmampuan daya tahan tubuh melawan virus herpes. Sebaiknya pemberian obat Acyclovir saat timbulnya rasa nyeri atau rasa panas membakar pada kulit, tidak perlu menunggu munculnya gelembung cairan (blisters). (Moh Kholidun/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: