BNN Gandeng PBNU Perangi Narkoba


Jakarta,

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menjalin kemitraan di bidang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Kesepakatan itu tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua belah pihak, Jum’at (15/1).

Prosesi penandatanganan berlangsung di Gedung PBNU Lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN Aidil Chandra Salim. Turut menyaksikan para tokoh lintas agama dan segenap para pengurus di lingkungan PBNU, antara lain Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini dan Ketua PBNU H Marsudi Syuhud.

Menurut Kang Said, sapaan akrab Ketum PBNU, narkoba merupakan barang haram yang dapat menghancurkan sebuah bangsa. Ia melihat, narkoba sudah berbagai kalangan dengan beragam latar belakang.

“Mulai dari artis, orang biasa, kaya, miskin, pejabat, mahasiswa, dosen, guru besar, sudah kena semua,” ujarnya.

Ia bercerita, di awal kepemimpinan sebagai presiden, Joko Widodo pernah sowan ke PBNU dan meminta pandangan soal hukuman mati bagi pengedar narkoba. PBNU berpendapat, untuk pengguna narkoba selayaknya cukup direhabilitasi karena mereka tergolong korban. Sementara bagi bandar narkoba, hukuman mati adalah sanksi paling pas menurut pandangan Islam.

Aidil Chandra dari BNN menyatakan, narkoba sudah memasuki hampir semua lini, termasuk anak-anak kecil. Baginya, kondisi ini memprihatinkan karena berkaitan dengan tingkat kerusakan otak yang menjadi modal dasar bagi sebuah peradaban bangsa.

“Ini adalah ancaman generasi, ancaman ke arah kehancuran negara,” tuturnya. (Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: