Cara Tepat Konsumsi Vitamin untuk Ibu Hamil



Sidoarjo,
Kebutuhan gizi ibu hamil meningkat berkali lipat. Untuk mencukupinya diperlukan makanan yang bergizi dan bernutrisi. Karena kehamilan yang sehat tak lepas dari pola konsumsi makanan bernutrisi serta suplemen vitamin tambahan.

Meskipun begitu, bukan berarti vitamin bisa dikonsumsi sesuka hati, semua ada aturan pakainya. “Vitamin yang dikonsumsi untuk ibu hamil adalah pondasi yang kuat untuk mendukung tumbuh kembang janin selama dalam kandungannya,” kata dr Raz Fides Umi, Selasa (26/1).

Sebaiknya, kata dia, vitamin serta makanan sarat gizi sudah dimulai sejak awal kehamilan bahkan sudah dipersiapkan sebelum kehamilan. Mengabaikan asupan vitamin akan berpengaruh pada proses tumbuh kembang janin. Akibatnya bisa jadi pencetus anemia dan cacat congenital pada janin.

Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur itu menjelaskan, kebutuhan nutrisi ibu hamil terbagi dua yaitu macronutrient dan mikronutrient. Elemen macronutrient terdari karbohidrat, protein, dan lemak. Itu dibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar untuk menghasilkan energi dan mendukung metabolism. Sementara micronutrient terdiri dari berbagai jenis vitamin, asam amino, mineral, dan enzim.

 

Selama hamil, lanjut dr Umi, tubuh mengalami perubahan hormonal. Salah satu dampaknya adalah mual dan muntah. Hal itu sering terjadi di tri semester pertama. “Pemicunya beragam, bisa karena kenaikan hormon progesterone atau akibat pola konsumsi vitamin yang kurang tepat,” terangnya.

 

Umi menambahkan, di awal kehamilan lebih mudah mengalami muntah dan mual, maka sebaiknya asam folat dan kalsium dikonsumsi terlebih dahulu. Sementara suplemen zat besi diberikan saat tri semester kedua dan ketiga. Sekalipun sifatnya hanya suplemen, konsumsi vitamin tetap tidak boleh berlebihan karena ada beberapa vitamin yang tidak dapat larut dalam air. Dikhawatirkan jika dikonsumsi berlebihan akan tertimbun di dalam tubuh, dan berdampak tidak baik.

 

“Secara fisiologis, terjadi peningkatan hormone progesteron. Fungsinya untuk melindungi dan mempertahankan janin selama di dalam kandungan. Dalam hal ini, tubuh mengambil peran plasenta sementara waktu. Karena di awal kehamilan, plasenta belum mampu menghasilkan hormone progesteron.  Peningkatan hormone itu berdampak ke bagian pencernaan akibatnya jadi lebih mudah kembung atau muntah,” tuturnya.

 

Menurut dia, yang baik adalah mengonsumsi vitamin A bersamaan dengan zat besi, berpaduan keduanya dapat mengatasi anemia. Selain itu mengonsumsi kalsium juga sebaiknya pada saat perut dalam keadaan kosong. Karena untuk mencerna kalsium diperlukan asam lambung agar penyerapan kalsium lebih optimal. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)